BINTUNI, newsline.id – Wakil Bupati Kabupaten Teluk Bintuni melakukan Launching Proyek Perubahan Reintegrasi untuk Pancasila di Kabupaten Teluk Bintuni. Proyek Perubahan ini sebagai upaya membina para eks simpatisan Kelompok Kriminal Bersenjata(KKB) Papua Barat yang telah menyatakan diri kembali bergabung ke pangkuan ibu pertiwi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sabtu, (16/08/2025).
Proyek Perubahan yang merupakan bagian dari Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) tingkat II angkatan IX pada Pusat Latbang KPM Makassar tahun 2025, yang di gagas oleh Rheinhard Maniagasi yang saat ini sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik(KESBANGPOL)Kabupaten Teluk Bintuni, dengan Wakil Bupati Kabupaten Teluk Bintuni Joko Lingara sebagai Mentor.
Dalam paparan Materi Proyek Reinhard menjelaskan bahwa Proyek Perubahan Reintegrasi untuk Pancasila di Kabupaten Teluk Bintuni merupakan Respon terhadap dinamika Sosial yang terdapat di Kabupaten Teluk Bintuni khususnya yang berkaitan dengan proses reintegrasi mantan simpatisan kelompok kriminal bersenjata(KKB) kedalam kehidupan bermasyarakat secara damai, bermartabat, dan berlandaskan Pancasila.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“ tujuan proyek ini adalah membangun model reintegrasi kolaboratif berbasis nilai-nilai Pancasila yang dapat di replikasi di daerah maupun kabupaten lain, (diluar Kabupaten Teluk Bintuni) dimana strategi implementasi adalah melakukan identifikasi dan pemetaan terhadap eks simpatisan (KKB), melalui pendekatan kekeluargaan, pendekatan edukatif dan persuaif, pelatihan keterampilan dan pemberdayaan Ekonomi” jelas Rheinhard.

Dirinya juga menambahkan pentingnya peran tokok-tokoh local dalam hal ini adalah tokoh adat dan tokoh agama serta perempuan dalam menyuarakan perdamaian dan cinta tanah air.
Rheinhard mengharapkan Proyek Perubahan yang di gagasnya dapat menjadi sarana guna mentransformasi para eks simpatisan KKB untuk kembali menjadi warga Negara yang produktif, cinta tanah air, sehingga memperkuat ketahanan sosial, politik, dan keamanan daerah.
Sementara itu Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, Joko Lingara yang juga merupakan mentor Pelatihan Kepemimpinan tersebut mengatakan bahwa dinamika kebangsaan di daerah yang memiliki potensi konflik menjadi tantangan tersendiri dan salah satu daerah tersebut adalah Kabupaten Teluk Bintuni.
“ Proyek Perubahan ini merupakan jawaban subtansi terhadap amanah Konstitusi, yang dirancang sebagai upaya reintegrasi menyeluruh yang menyasar dimensi ideology social dan kultural yang konsiliatif, partisipatif, dan transformatif ” ungkap Joko.
Di tambahkan bahwa proyek ini merupakan proses reintegrasi mantan simpatisan kelompok criminal bersenjata non Negara (KKB) kedalam kehidupan masyarakat Negara Republik Indonesia secara damai, bermartabat, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Launching di barengi juga dengan pengresmian Rumah Cinta Pancasila, yang di hadiri juga Dandim 1806 TB, Letkol Inf Teguh Eko Efendi, Pj. Sekda TB, Frans Awak, asisten 1 dan 2, Pengadilan Negeri TB, unsur Polri, kepala OPD, tokoh adat, tokoh agama, serta eks simpatisann KKB dan tamu undangan. (Ichal)










