BINTUNI, papua.newsline.id – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Teluk Bintuni, Abraham Inanosa mengungkapkan bahwa permasalahan para petani di Teluk Bintuni yang menjadi persoalan utama adalah Persoalan Irigasi, Pemasaran Hasil Panen dan Perhatian Pemerintah dalam mengelola sektor Pertanian.
Hal tersebut di sampaikan dalam Sambutan Kepala Dinas Pertanian Teluk Bintuni, Abraham Inanosa, pada acara Panen bersama Petani Waraitama di Distrik Manimeri Kabupaten Teluk Bintuni, Sabtu (05/03/2025) Pagi.
Kepala Dinas menyampaikan bahwa Bendungan yang berada di Kampung Tuarai dapat mengaliri sawah-sawah di Banjar Ausoi dan Waraitama sekitar 120 Hektare, tetapi hingga kini masih belum dapat di manfaatkan dengan baik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk itu sesuai dengan peraturan pemerintah di Kementerian PUPR No. 14 tahun 2015 Tentang Kriteria dan Penetapan Status Daerah Irigasi, pada Pasal 11 (1) Pemerintah daerah kabupaten/kota mempunyai wewenang dan tanggunjawab melakukan pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi primer dan sekunder pada daerah irigasi yang luasnnya kurang dari 1000 ha dalam 1 (satu) daerah kabupaten/kota. (2) Pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi primer dan sekunder sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh bupati/walikota.

“ Saya Mohon Bapak Bupati untuk mengambil suatu kebijakan sehingga kita bisa mengambil alih kewenangan itu, terkait dengan sawah di bawah seribu Hektare, kenapa harus begitu? Untuk mempermudah kita dalam mengatasi permasalahan di tingkat petani, Cepat, Tepat untuk Petani “ Ujar Kepala Dinas.
Selain itu permasalah pemasaran masih juga menjadi kendala bagi para petani, permasalah itu antara lain: Kesinambungan Produksi, Rendahnya kemampuan Tawar-menawar Petani, Kurang tersedianya Informasi Pasar, Kurang jelasnya Jaringan Pemasaran, serta Rendahnya kwalitas Produksi.
Oleh karena itu di butuhkan campur tangan Pemerintah Daerah untuk membantu petani dalam memasarkan hasil panen para petani, khususnya petani Teluk Bintuni.
Untuk di ketahuai bahwa Kebutuhan Beras untuk Kabupaten Teluk Bintuni berjumlah 6.958 Ton pertahun, Sementara ketersediaan padi di daerah ini masih belum mencukupi kebutuhan tersebut, sehingga beras masih di datangkan dari kabupaten lain di luar Teluk Bintuni padahal melihat potensi wilayah, Kabupaten Teluk Bintuni dapat berswasembada pangan terlebih beras. (RD).










