Jalan Salib Ekologis: Jumat Agung Paroki Santo Ambrosius Suswa-Mare, Keuskupan Manokwari Sorong (KMS).

Saturday, 4 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAYBRAT, newsline.id – Umat Katolik di Stasi Santo Paulus Sun dan Stasi Santo Petrus Seya melaksanakan prosesi Jumat Agung yang unik dengan mengusung tema kelestarian alam. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ritus keagamaan, tetapi juga sebuah aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan di Tanah Papua. Jumat (03/04/2026)

Detail Perjalanan

  • Rute: Dimulai dari Lingkungan St. Estevanus Nafasi, melewati Lingkungan St. Benediktus Sawo, dan berakhir pada perhentian ke 14 di Bukit Bikok (Bukit Golgota) (Lingkungan Santa Maria Fatimah Sun/Waban).
  • Jarak: Menempuh perjalanan sepanjang 1,3 Km.
  • Waktu: Dimulai pukul 07.00 WIT hingga puncak ibadah Misa Jumat Agung pada pukul 15.00 WIT.

Pesan Ekologis Romo Markus Malar, OSA

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam khotbahnya, Romo Markus yang juga merupakan seorang Advokat/Pengacara HAM, menekankan beberapa poin krusial terkait kondisi alam Papua saat ini:

Perjalan salib menempuh jalan berjarak 1 Kilo 3 meter.
  • Hubungan Timbal Balik: “Jika kita sayang sama alam, alam juga sayang sama kita.”
  • Kritik Eksploitasi: Beliau menyoroti kerusakan ekologi di Papua akibat pembabatan hutan, eksploitasi hasil alam, dan kekerasan terhadap manusia.
  • Ancaman Ekspansi Industri: Peringatan bagi umat di wilayah Mare untuk waspada terhadap masuknya perkebunan kelapa sawit yang sudah mencapai wilayah tetangga (Klamono, Sayosa, hingga Kampung Sulia).
  • Seruan Aksi: Ajakan tegas untuk menghentikan penebangan pohon (illegal logging) dan menolak kehadiran perusahaan kelapa sawit demi melindungi tanah adat.

Suasana Prosesi

Prosesi Jalan Salib mengenang Sengsara dan Wafat Tuhan Yesus Kristus, dipandu oleh Pro Diakon Agustinus Kinho dan Demianus Yewen, Proses Jalan Salib ini digambarkan berlangsung sangat khidmat. Penulis mencatat bahwa alam sekitar seolah mendukung jalannya ibadah Jalan Salib, ditandai dengan kicauan burung-burung di sepanjang jalur perlintasan yang menyatu dengan alam. (Yonas Yewen, Komsos Paroki Ambrosius Suswa)

Penulis : Yonas Yewen

Berita Terkait

Bupati Maybrat sampaikan Dukacita Mendalam atas Gugurnya Dua Prajurit TNI di Pos Militer Kampung Sori, Distrik Aifat Maybrat
Dua Prajurit TNI Gugur setelah Baku Tembak TNI vs TPNPB OPM, di Pos Militer Kampung Sori, Distrik Aifat Maybrat.
Demo: ASN Pendukung MUSA Desak Bupati Maybrat Lantik Pejabat Baru. Lawan Masih Kuasai Birokrasi.
Kota Sorong Tak Banjir Lagi: Aktifis Peduli Lingkungan, Apresiasi Kinerja Walikota Sorong
Bupati: Realisasi Penyerapan Anggaran Kabupaten Teluk Bintuni Tahun 2025 Sangat Rendah.
Mengenal Sosok Pendeta Pendiri Peradaban Bangsa Papua: Dominee Izaac Samuel Kijne
TPNPB Kodap IV Sorong Raya Klaim Tembak M*ti Aparat TNI dan Kuasai 2 Distrik di Bintuni
Wakil Walikota Sorong: Launching Gerakan Berlian, Imunisasi Aman Untuk Anak.
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 4 April 2026 - 16:12

Jalan Salib Ekologis: Jumat Agung Paroki Santo Ambrosius Suswa-Mare, Keuskupan Manokwari Sorong (KMS).

Monday, 23 March 2026 - 13:50

Dua Prajurit TNI Gugur setelah Baku Tembak TNI vs TPNPB OPM, di Pos Militer Kampung Sori, Distrik Aifat Maybrat.

Monday, 9 February 2026 - 20:27

Demo: ASN Pendukung MUSA Desak Bupati Maybrat Lantik Pejabat Baru. Lawan Masih Kuasai Birokrasi.

Sunday, 8 February 2026 - 08:18

Kota Sorong Tak Banjir Lagi: Aktifis Peduli Lingkungan, Apresiasi Kinerja Walikota Sorong

Sunday, 9 November 2025 - 00:55

Bupati: Realisasi Penyerapan Anggaran Kabupaten Teluk Bintuni Tahun 2025 Sangat Rendah.

Berita Terbaru