Di Duga Membawa Sajam, Aksi Peringati hari Buruh dan Aneksasi Bangsa Papua, 10 Mahasiswa Aceh asal Papua di Tahan.

Friday, 2 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa asal Papua Menggelar aksi Demo Damai memperingati 62 tahun Aneksasi Bangsa Papua dan Hari Buruh Internasional, di.jalan Aceh Utara

Mahasiswa asal Papua Menggelar aksi Demo Damai memperingati 62 tahun Aneksasi Bangsa Papua dan Hari Buruh Internasional, di.jalan Aceh Utara

ACEH UTARA, newsline.id – Himpunan Mahasiswa Papua Lhokseumawe (Himapal) kolep bersama Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat (SMUR) Lhokseumawe, menggelar aksi Demo Damai memperingati 62 tahun Aneksasi Bangsa Papua dan Hari Buruh Internasional, di.jalan Aceh Utara, Kamis (1/05/2025).

Massa aksi yang berjumlah kurang lebih 10 orang mahasiswa asal Papua tersebut,  di hadang oleh Aparat Kepolisian dan di tahan di Polres setempat akibat di duga membawa senjata tajam berupa busur dan anak panah.

Para mahasiswa kemudian di bawa ke kantor Polisi Polres Lhokseumawe Aceh Utara untuk selanjutnya diperiksa dan di mintai keterangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikutip dari Modusaceh,co, Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan  menyebutkan bahwa informasi dari intelejen menyebutkan bahwa para mahasiswa aksi di duga membawa senjata berupa busur dan panah. Anggota kemudian melakukan tindakan preventif dengan mengamankan massa aksi.

“Setelah ditelusuri dari pihak intelijen bahwa kami mendapatkan informasi tentang penggerakan mereka (kelompok aksi) ke Taman Riyadhah. Kemudian kami cegat di depan Polres dan dibawa ke Polres. Setelah diperiksa itu memang menyerupai busur panah tapi itu terbuat dari kayu,” ungkap Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan.

Akbp Ahzan mengatakan setelah di periksa, alat tajam yang di dugakan ternyata adalah replika panah dan busur yang murni dari kayu dan merupakan cirri khas Papua, dan tidak membahayakan. Ahzan menyebutkan telah berkoordinasi dengan Koordinator aksi bahwa para mahasiswa yang di tahan dapat di jemput kembali, usai kegiatan demonstrasi.

Sementara itu Ketua  Himpunan Mahasiswa Papua Lhokseumawe Yohanes Paulus Yewen mengatakan bahwa, polres Lhokseumawe diduga telah melakukan pelanggaran serius dengan memukul dua anggota dari massa aksi demo, dan menahan 10 anggota mahasiswa Papua yang terlibat di aksi tersebut.

Polres Lhokseumawe diduga memukul dua anggota dari massa aksi demo

“ Walaupun dari pihak kepolisian mengklaim bahwa para mahasiswa tidak ditahan, melainkan hanya di periksa kami dari Himapal & Smur membantah pernyataan ini “ujar Yohanes

Yewen menjelaskan bahwa, busur dan anak panah yang mereka bawa dalam aksi hari Buruh Nasional dan hari Aneksasi Papua masuk dalam bingkai NKRI, hanya merupakan alat peraga untuk mempresentasikan teater, busur dan panah yang di bawa itu bukan busur dan panah yang asli tetapi itu hanya replika.

Aksi Demonstrasi kemudian di kawal ketat aparat keamanan hingga berakhir dengan aman dan damai.

Catatan: Aneksasi adalah tindakan perolehan paksa suatu wilayah oleh suatu negara lain, biasanya setelah pendudukan militer, dan kemudian menegaskan hak milik hukum atas wilayah tersebut. Dalam hukum internasional, aneksasi umumnya dianggap ilegal. (Ichal).

Berita Terkait

Jenazah Petani Man 15 Hari Baru di Evakuasi Polisi dari Kali Tumagar SP4 Bintuni
Bupati Maybrat sampaikan Dukacita Mendalam atas Gugurnya Dua Prajurit TNI di Pos Militer Kampung Sori, Distrik Aifat Maybrat
Koops TNI Papua Tembak Anggota OPM di Nabire,Keluarga Meminta Jenazahnya untuk di Makamkan Secara Layak.
Satgas Damai Cartenz 2026 Bongkar Jaringan Pembelian Senjata dan Amunisi KKB Papua.
Aksi Bersenjata KKB-OPM Meningkat, Pasca Kopitua Heluka Kabur dari Lapas Wamena.
Total 28 Orang yang Ditangkap Satgas Damai Cartenz 2026, Sembilan merupakan Jaringan KKB, jadi Tersangka.
Dua Jenazah Korban Penembakan KKB, Pilot dan Co-Pilot Pesawat Perintis Smart Air, berhasil di Evakuasi.
Polisi Olah TKP Kebakaran Ruang Kantor Kasubid Pelaporan Bapelitbangda Kab. Teluk Bintuni
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 11 May 2026 - 11:18

Jenazah Petani Man 15 Hari Baru di Evakuasi Polisi dari Kali Tumagar SP4 Bintuni

Monday, 23 March 2026 - 14:58

Bupati Maybrat sampaikan Dukacita Mendalam atas Gugurnya Dua Prajurit TNI di Pos Militer Kampung Sori, Distrik Aifat Maybrat

Monday, 23 March 2026 - 10:24

Koops TNI Papua Tembak Anggota OPM di Nabire,Keluarga Meminta Jenazahnya untuk di Makamkan Secara Layak.

Sunday, 15 March 2026 - 22:44

Satgas Damai Cartenz 2026 Bongkar Jaringan Pembelian Senjata dan Amunisi KKB Papua.

Monday, 23 February 2026 - 07:52

Aksi Bersenjata KKB-OPM Meningkat, Pasca Kopitua Heluka Kabur dari Lapas Wamena.

Berita Terbaru