TELUK BINTUNI, newsline.id – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Teluk Bintuni, melaksanakan giat Bedah Buku “ Manajemen Pemilu” Teori, Prkatik, dan Tantangan di era Digital, yang di tulis oleh Yenni Mairida, S.E., M.M, Ketua Yayasan Peduli Literasi Demokrasi Riau, bedah buku berlangsung di ruang Sisar Matiti KPU Teluk Bintuni, Rabu,(29/07/2026).
Bedah Buku dilakukan secara daring dan juga tatap muka, yang di ikuti oleh perwakilan dari unsur pelaksana pemilu, KPU Kabupaten Teluk Bintuni, BAWASLU Kabupaten Teluk Bintuni, Unsur Aparat Penegak Hukum, Pengadilan Negeri Bintuni, Unsur POLRES Teluk Bintuni, Unsur Mahasiswa Institut Transformasi Bintuni, Tokoh pemuda dan Perempuan, Praktisi Hukum, Lembaga Adat, dan Lembaga Sosial Kemasyarakatan lainnya.
Bertindak sebagai Narasumber penulis buku, Manajemen Pemilu, Yenni Mairida, S.E., M.M, Ketua Yayasan Peduli Literasi Demokrasi Riau. Panelis; Dr. Drs. H. Haris Tahir, M.Si, Rektor Institut Transformasi Bintuni, Penanggungjawab; Eko Priyo Utomo, M.I.Kom, Kadiv Teknis Penyelengga KPU Kabupaten Teluk Bintuni, Moderator; Yafet Kamawa, S.IP, dan MC; Tharisyah F. Mukti, S.H.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua KPU Kabupaten Teluk Bintuni, Muhammad M. Memed Alfajri, mengatakan penyelenggaran bedah buku ‘Manajemen Pemilu’ merupakan pelaksanaan bedah buku yang kedua kalinya, hal ini dilakukan guna menambah wawasan bagi peserta bedah buku dan Praktisi Penyelenggara Pemilu diantaranya KPU dan BAWASLU, terkait kerja-kerja Pemilu maupun Pilkada.
“ ini juga menjadi jawaban, apa yang di pertanyakan masyarakat, bahwa setelah Pemilu KPU tetap melaksanakan kegiatan Non Tahapan Pra Pemilu” ungkapnya.
Memed menambahkan buku ‘Manjemen Pemilu’ merupakan buku yang di dalamnya memberikan pengetahuan terkait persoalan Pemilu, terkait apa yang telah dilaksanakan dan apa yang harus dilaksanakan oleh Penyelenggara Pemilu.
Sementara itu Rektor Institut Transformasi Bintuni, Dr. Drs. H. Haris Tahir, M.Si bilang, pelaksanaan bedah buku yang dilakukan oleh KPU teluk Bintuni adalah sesuatu yang baik, ini merupakan bagian dari penyempurnaan pelaksanaan Pemilu, buku ini menjadi dasar ilmiah yang kuat dalam membentuk suatu regulasi yang lebih sempurna untuk memitigasi persoalan Resiko, Persoalan Hukum, dan Sistim Demokrasi.
“ Sehingga akan melahirkan sistim Demokrasi yang lebih sempurna dan melahirkan hasil Pemilu yang Baik” ujar Haris.
Rektor Institut Transformasi Bintuni berharap agar kegiatan seperti ini dapat dilakukan lebih terbuka, melibatkan banyak unsur masyarakat, akademisi, stekholder, dan pelaksana pemilu lainnya.










