Newsline.id — Nongkrong di kafe estetik, upgrade gadget setiap tahun, langganan berbagai platform digital, hingga liburan #healing ke luar kota — semuanya sah-sah saja. Tapi di balik gaya hidup modern generasi Millennial dan Gen Z, ada satu pertanyaan yang mulai mengemuka: seberapa sehat kondisi keuangan mereka?
Di era media sosial dan konsumsi digital yang serba instan, FOMO (Fear of Missing Out) sering jadi pendorong utama keputusan finansial — sayangnya, tidak selalu sejalan dengan kemampuan keuangan pribadi.
💳 Gaya Hidup: Identitas atau Tekanan?
Bagi banyak anak muda, gaya hidup bukan lagi sekadar kebutuhan, tapi juga bagian dari identitas sosial. Apa yang dikenakan, dikonsumsi, bahkan dibagikan di Instagram atau TikTok, sering kali dianggap sebagai cerminan kesuksesan — atau setidaknya, “berada di level yang sama” dengan teman sebaya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masalahnya, dorongan untuk “tidak ketinggalan tren” ini sering mendorong:
-
Pengeluaran impulsif,
-
Pemakaian paylater atau kartu kredit berlebihan,
-
Perasaan kurang puas meski sudah mengonsumsi banyak.
😰 FOMO: Sumber Kesenangan Sekaligus Kecemasan Finansial
FOMO bukan hanya istilah gaul. Menurut survei global dari Bankrate, lebih dari 50% anak muda mengaku pernah membeli sesuatu bukan karena butuh, tapi karena takut merasa tertinggal dari teman atau tren online.
Akibatnya:
-
Banyak yang terjebak gaya hidup di luar kemampuan,
-
Menunda tabungan atau investasi,
-
Terlilit cicilan konsumtif tanpa aset produktif.
📉 Realitas Finansial: Banyak Gaya, Minim Dana Darurat
Menurut data OJK dan beberapa survei keuangan:
-
Hanya sekitar 35% Millennial dan Gen Z di Indonesia yang memiliki dana darurat mencukupi,
-
Lebih dari 40% belum memiliki rencana pensiun atau investasi jangka panjang,
-
Banyak yang baru belajar soal keuangan setelah terjebak utang konsumtif.
💡 Saatnya Berbenah: Hidup Keren vs Hidup Aman
Bukan berarti Millennial dan Gen Z harus anti-gaya atau berhenti menikmati hidup. Tapi penting untuk mulai membangun kesadaran finansial yang seimbang:
✔️ Tips Sederhana:
-
Bedakan keinginan dan kebutuhan.
-
Bikin budgeting bulanan pakai metode seperti 50-30-20 (kebutuhan-keinginan-tabungan).
-
Mulai investasi kecil-kecilan — reksa dana, emas, atau saham blue chip.
-
Bangun dana darurat, idealnya 3–6 bulan pengeluaran.
-
Kurangi FOMO, mulai JOMO (Joy of Missing Out) — sadar bahwa tidak ikut tren juga nggak apa-apa.
Gaya Hidup Boleh, Tapi Jangan Lupa Bertanggung Jawab
Millennial dan Gen Z punya keunggulan: melek teknologi, cepat belajar, dan penuh kreativitas. Tapi di balik itu, perlu juga kemampuan untuk mengelola keuangan pribadi secara bijak, agar gaya hidup yang dijalani hari ini tidak menjadi beban di masa depan.
Hidup boleh estetik, tapi rekening juga harus sehat. (*****)










