MAYBRAT, newsline.id – Dalam Rangka membangun Kebersamaan Pengurus Badan Usaha Milik Masyarat (BUMMA) Mare melakukan kegiatan Camping bersama di Pinggiran Kali Auk, Kampung Bakraby, Distrik Mare Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Acara Camping dilakukann sejak tanggal 6-7 Februari 2026.
Direktur BUMMA Mare, Simon Petrus Bame menyampaikan kegiatan Camping ini dimaksudkan sebagai upaya Membagun semangat kebersaman dan rasa kekeluarga, menjaga hubungan yang sudah ada, saling berbagi cerita, dan menanamkan nilai-nilai positif bersama.
” Inisiasi ini adalah dari Generasi muda Mare, jadi kiranya semua Pemuda Mare bisa ikut dan aktif, merasa memiliki Badan Usaha ini sebagai milik bersama kita Suku Mare. BUMMA Mare akan fokus melakukan pemetaan wilayah adat sub suku Mare sehinga tanah Adat ini akan di catat secara admistrasi sehinga akan diakui pemerintah, sebagai tanah Adat.” Kata Simon, kepada papuanewsline. Minggu (08/02/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ditambahkan tanah Adat sub suku Mare bukan tanah kosong, tetapi miliki oleh marga masing-masing sebagai bagian dari warisan nenek moyang Suku Mare turun-temurun.” Imbuhnya.

Simon mengharapkan keterlibatan para Tokoh Adat, para Krok dari 58 marga di suku Mare, pemuda 18 kampung, dari Distrik Mare dan Distrik Mare selatan, untuk kedepannya dapat terlibat langsung, saling berdikusi, sharing informasi, terkait aktivitas BUMMA Mare. BUMMA Mare bersifat terbuka untuk semua.
” BUMMA Mare direncanakan akan mengelar Musyawarat Adat tingkat sub Suku Mare pada tanggal 8 -11 April 2026 di Wilayah Adat Sub Suku Mare ” ungkap Simpet.
Kegiatan Camping yang melibatkan warga setempat kampung Bakraby, Distrik Mare disambut sangat antusias, peserta Camping melakukan aktivitas senter malam di sungai Auk dan medapatkan Ikan sawa, fan, dan saur.
“Kami berharapa proses ini tidak hanya di Bokraby saja, tetapi akan bergerak ke semua kampung dengan aktivitas yang berbeda sesuai dengan kondisi tempat, kalau di kali Auk kita balobe/senter malam ikan, nanti di Seya, Sire, Sun, kita bisa bakar keladi atau senter malam rusa, babi dll” tutup Alumi UOG Jayapura itu.
Penulis : Yonas Yewen
Editor : Redaksi Papua










