PANIAI, newsline.id – Theo Hegesem Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP), dalam konfrensi Persnya menyatakan bahwa perang mengunakan senjata tidak akan meyelesaikan permasalah antara Papua dan Indonesia.
Menurutnya kedua belah pihak harus memilki keinginan untuk menyelesaikan konflik bersenjata tersebut, bila tidak maka konflik bersenjata di tanah Papua akan terus berjalan dan memakan korban jiwa dari masyarakat sipil warga Papua, maupun warga Non Papua termasuk juga anggota TNI/Polri dan juga anggota TPNPB -OPM” tegas Theo.
“Saya menyatakan sangat sedih dan menyesal atas kejadian pembantaian yang terjadi terhadap 11 Warga masyarakat sipil non Papua yang dilakukan oleh TPNPB, pada tanggal 6-8 April 2025, di Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua Pegunungan,” jelas Theo Hesegem, Jumat (18/04/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
TPNPB-OPM secara sepihak dan dengan alasan yang kurang valid mengkalim korban yang di bunuh, adalah anggota Intelijen TNI/POLRI yang sedang menyamar menjadi pendulang dan atau mata-mata, padahal belakangan di ketahui bahwa para korban adalah benar-benar warga sipil.
“ kalau memang di duga kuat kalau mereka itu adalah anggota Intelijen TPNPB harus membuktikan dengan alat bukti yang sah, saat mereka di bunuh misalnya, ada kartu Anggota TNI atau Polri serta senjata atau pistol yang diambil dari tangan para korban.” ujar Theo
Theo mengimbau kepada warga para Petugas Guru, petugas kesehatan, pendulang Emas liar, abang oyek, pengusaha yang ada di Daerah rawan konflik di arahkan pulang kembali ke Kota dahulu, dan memberikann kesempatan TNI/POLRI dan TPNPB-OPM mencari solusi.
“Oleh karena itulah saya berharap kepada Presiden Prabowo Subianto segera menyelesaikan konflik bersenjata di tanah Papua, melalui kementrian Hukum dan Ham, sebagai pembela HAM di Papua, saya sangat sedih melihat korban sedang berjatuhan begitu saja di tanah Papua,” bebernya.
Ditambahkan masyarakat sipil tanah Papua sedang mengalami dampak dan menjadi korban kekerasan bersenjata di Papua, sementara mereka bukanlah lawan aktif terhadap konflik bersenjata tersebut.
Olehnya itu Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) menberikan beberapa butir rekomendasi antara lain:
- Kami sangat mengharapkan Bapak Presiden Republik Indonesia,Prabowo Subianto menangani penyelesaian konflik bersenjata di tanah Papua.
- Meminta Bapak Presiden Prabowo Subianto segera menarik pasukan Non Organik dari Papua dan tidak memobilisasi pengiriman pasukan ke tanah Papua.
- Meminta dan sangat mengharapkan Para guru, Petugas kesehatan, pengusaha, yang berada di daerah konflik bersenjata untuk segera di pulangkan ke kota.
- Meminta Presiden Prabowo Subianto membuka diri untuk duduk dan berdialog dengan tokoh-tokoh politik di tanah Papua.
Penulis: Derek Kobepa/ Penyunting Teks: Redaksi










