“Sengketa Hak Ulayat 19 Marga Suku Sumuri, Jangan di bawa ke Luar” Ketua LMA Suku Sumuri.

Tuesday, 27 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Lembaga Masyarakat Adat(LMA) Suku Sumuri, Tadius FOssa

Ketua Lembaga Masyarakat Adat(LMA) Suku Sumuri, Tadius FOssa

BINTUNI, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Suku Sumuri, Tadius Fossa, yang juga selaku Kepala Marga Fossa, mengimbau seluruh pemilik hak ulayat dari 19 marga di Distrik Sumuri agar setiap persoalan yang terjadi diselesaikan melalui musyawarah dan dialog yang baik, tanpa harus membawa konflik ke luar suku Sumuri.

Imbauan tersebut disampaikan Tadius sebagai respons atas berbagai dinamika dan sengketa internal yang muncul terkait hak ulayat di wilayah Sumuri.

“Mari kita terbuka, duduk bicara secara baik-baik dan menjelaskan hak-hak pemilik wilayah adat. Jangan sampai persoalan ini dibawa keluar dari Suku Sumuri,” kata Tadius kepada wartawan, Senin (26/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, penyelesaian sengketa harus dilakukan secara adat dengan membuktikan hak yang jelas, berdasarkan batas-batas wilayah adat yang telah diakui di dalam internal 19 marga di Distrik Sumuri.

Tadius juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan situasi kamtibmas di wilayah Sumuri agar tetap kondusif.

“Keamanan dan ketertiban di Sumuri itu berasal dari kita dan untuk kita sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, stabilitas di wilayah adat Sumuri sangat penting, tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi pemerintah dan investasi yang berjalan di wilayah tersebut, yang pada akhirnya bermuara pada kepentingan seluruh 7 suku di Kabupaten Teluk Bintuni.

Tadius mengajak seluruh pihak mendukung investasi yang ada, seraya menegaskan bahwa persoalan-persoalan kecil terkait hak adat seharusnya dibicarakan dan diselesaikan secara internal dengan mengacu pada kesepakatan yang telah ada.

ditekankan bahwa Surat Keputusan (SK) penetapan wilayah adat tahun 2016 yang telah dikeluarkan pemerintah tidak dapat diubah, karena telah melalui proses pemetaan dan pengakuan resmi oleh para pemilik hak adat yang sah.

“SK itu sudah disahkan dan pemetaan wilayah adat sudah diakui. Para pemilik hak adat sendiri yang bertanda tangan, sehingga keputusan tersebut tidak bisa diubah,” katanya.

Sebagai Ketua LMA Suku Sumuri, Tadius juga mengajak generasi muda untuk menjaga persatuan dan tidak saling menjatuhkan atau menuntut hal-hal yang tidak berdasar.

“Mari anak dan cucu kita bergandeng tangan, melihat hal-hal yang baik. Apa yang terjadi di Sumuri kita selesaikan secara kekeluargaan, jangan sampai dibawa ke tingkat nasional karena biayanya besar dan belum tentu didukung data yang jelas,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pengakuan pemerintah telah menetapkan Suku Sumuri sebagai pemilik hak ulayat yang sah, lengkap dengan data dan dokumen yang jelas.

Di akhir pernyataannya, Tadius juga meminta pemerintah dan pihak perusahaan agar tetap berpegang pada kesepakatan awal dengan masyarakat adat, khususnya dalam pelaksanaan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

“AMDAL adalah paru-paru bagi investasi dan masyarakat adat. Semua yang tercantum dalam AMDAL harus dihormati dan menjadi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi Papua

Berita Terkait

Anisto Manibuy; Pembangunan Jembatan Babo, Bukti Nyata Kehadiran Pemerintah dalam Melayani Masyarakat.
Menata Masa Depan Kampung, Bumi Saniari Gelar Sosialisasi RPJMK 2027–2035
Rektor ITB; Bedah Buku “Manajemen Pemilu” Bagian dari Penyempurnaan Pelaksanaan Pemilu.
Bedah Buku “Manajemen Pemilu” KPU Teluk Bintuni, Perkuat Wawasan Praktisi Penyelenggara Pemilu.
Rayakan HUT WKRI ke-102 dan Pesta Pelindung, WKRI Sta. Anna Manimeri Berbagi Kasih ke Stasi Botai.
Balubun Terpilih Kembali, Nahkodai Kerukunan Keluarga Kei(K3TB) Teluk Bintuni Periode 2026-2031.
Nobar Final Argentina Vs Spanyol Polres Teluk Bintuni Siap Kawal sampai Konvoi.
Teluk Bintuni Juara Umum, PESPARANI Katolik IV Papua Barat, Bupati; Tidak ada yang Kalah.
Berita ini 230 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 6 August 2026 - 17:45

Anisto Manibuy; Pembangunan Jembatan Babo, Bukti Nyata Kehadiran Pemerintah dalam Melayani Masyarakat.

Tuesday, 4 August 2026 - 12:50

Menata Masa Depan Kampung, Bumi Saniari Gelar Sosialisasi RPJMK 2027–2035

Sunday, 2 August 2026 - 22:13

Rektor ITB; Bedah Buku “Manajemen Pemilu” Bagian dari Penyempurnaan Pelaksanaan Pemilu.

Sunday, 2 August 2026 - 21:28

Bedah Buku “Manajemen Pemilu” KPU Teluk Bintuni, Perkuat Wawasan Praktisi Penyelenggara Pemilu.

Monday, 27 July 2026 - 11:46

Rayakan HUT WKRI ke-102 dan Pesta Pelindung, WKRI Sta. Anna Manimeri Berbagi Kasih ke Stasi Botai.

Berita Terbaru