BINTUNI, newsline.id – Ibadah Syukur HUT ke 18 Tahun Kerukunan Keluarga Kei Kabupaten Teluk Bintuni (K3TB), berlangsungkan di Gedung Tiranus Via Dolorosa, Sabtu(29/11/2025).
Ibadah Syukur yang di ikuti keluarga-keluarga dari Suku Kei, yang terhimpun dari tujuh sektor di Kabupaten Teluk Bintuni, berlangsung Khidmat dan sederhana.
Ibadah di mulai pukul 15.00 WIT, dengan pemimpin ibadah A. Tajo dengan ritus ibadah secara Agama Protestan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutan Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy yang di bacakann Staf Ahli Bupati Bidang Administrasi dan Tenaga Kerja, Hamid, menyebutkan bahwa Delapan Belas Tahun perjalanan Kerukunan Keluarga Kei Teluk Bintuni merupakan bukti nyata bahwa masyarakat Kei telah menjadikan tanah ini bukan sekedar tempat tinggal, tetapi ruang pengabdian, tempat menanam nilai-nilai kebajikan, dan ladang untuk membangun kehidupan bersama yang rukun dan damai.

“ Selama delapan belas tahun ini Keluarga Kei hadir sebagai organisasi yang memelihara ikatan budaya, memperkuat solidaritas, serta meneguhkan komitmen untuk ikut serta dalam pembangunan daerah” Kata Bupati.
Bupati memberikan Apresiasi kepada Pengurus Kerukunan Keluarga Kei, yang telah memberikan kontribusi nyata dalam kegiatan sosial kemasyrakatan, pelayanan kemanusiaan, menjaga kerukunan, dan merawat budaya, serta memberikan warna tersendiri dalam kehidupan masyarakat di Kabupaten Teluk Bintuni.
Sementara itu Ketua Kerukunan Keluarga Kei Teluk Bintuni (K3TB) Stefanus Balubun menyampaikan bahwa perayaan Syukur Kerukunan Keluarga Kei Kabupaten Teluk Bintuni, tahun ini dilaksanakan secara sederhana, namun tetap dengan Susana khidmat dan kekeluargaan.
Dikatakan usia organisasi yang ke depalan belas, adalah sebuah usia yang masih remaja, tetapi ini hanyalah angka saja, menurutnya keberaaan orang Kei di Bintuni dan Papua secara umum, bersamaan dengan Penginjil Zending, sehingga keberadaan Orang Kei dapat di pastikan melebihi usia organisasi tersebut.
“ Mari Kitong membangun Kerukunan ini dengan hati, Jangan ada masalah baru kita datang, perkenalkan diri kepada Pengurus, supaya kita di kenal, sebagai warga kerukunan, sehingga ketika ada persoalan yang menimpa anggota Kerukunan, pengurus dapat menyelesaikan” Kata Balubun.
Kerukunan Keluarga Kei adalah bagian dari pergumulan orang tua-tua Kei, agar orang Kei Bersatu, untuk itu, Ketua Kerukunan Kei mengharapkan agar warga Kei yang ada di Kabupaten Teluk Bintuni, saling menjaga dalam kebersamaan di Kerukunan, menghormati wadah kerukunan sebagai rumah bersama tempat berteduh, dan mengadu berbagai persoalan kehidupan sosial di Teluk Bintuni.

Kerukunan Keluarga Kei akan melaksanakan MUSDA di tahun depan, untuk itu Stefanus Balubun meminta warga kerukunan untuk satu hati dan memberikan perhatian dalam mempersiapkan MUSDA di tahun 2026.
Dalam Khotbah pada ibadah Syukur, Guru Jemaat, A. Tajo Tajo bilang bahwa Kerukunan Kei ini adalah Kerukunan yang luar biasa, sebab di dalamnya terdiri dari berbagai agama, ada Kristen Protestan, Katolik, dan Muslim, yang dapat berhimpun bersama.
“ menjauh dari Kerukunan, kalau tidak ada masalah tidak apa-apa. Tapi kalau ada masalah, pengurus ini pusing, kesini kesana, kesana kesini untuk menyelesaikan masalah” Kata Tajo.
Untuk itu Tajo mengharapkan agar warga Kei tidak menjauh dari Kerukunan, tetapi hadir bersama, membangun Persaudaraan, menghadirkan rasa damai, dalam kesatuan Kerukunan Keluarga Kei Teluk Bintuni.










