Balubun: 18 Tahun Keluarga Kei di Teluk Bintuni, Ini Pergumulan Orang Tua-Tua Kei Terdahulu Agar Kita Bersatu.

Sunday, 30 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Stefanus Balubun, Ketua Kerukunan Keluarga Kei Kabupaten Teluk Bintuni (K3TB)

Stefanus Balubun, Ketua Kerukunan Keluarga Kei Kabupaten Teluk Bintuni (K3TB)

BINTUNI, newsline.id – Ibadah Syukur HUT ke 18 Tahun Kerukunan Keluarga Kei Kabupaten Teluk Bintuni (K3TB), berlangsungkan di Gedung Tiranus Via Dolorosa, Sabtu(29/11/2025).

Ibadah Syukur yang di ikuti keluarga-keluarga dari Suku Kei, yang terhimpun dari tujuh sektor di Kabupaten Teluk Bintuni, berlangsung Khidmat dan sederhana.

Ibadah di mulai pukul 15.00 WIT, dengan pemimpin ibadah A. Tajo dengan ritus ibadah secara Agama Protestan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutan Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy yang di bacakann Staf Ahli Bupati Bidang Administrasi dan Tenaga Kerja, Hamid, menyebutkan bahwa Delapan Belas Tahun perjalanan Kerukunan Keluarga Kei Teluk Bintuni merupakan bukti nyata bahwa masyarakat Kei telah menjadikan tanah ini bukan sekedar tempat tinggal, tetapi ruang pengabdian, tempat menanam nilai-nilai kebajikan, dan ladang untuk membangun kehidupan bersama yang rukun dan damai.

Pemotongan Kue HUT ke 18 Tahun Kerukunan Keluarga Kei Teluk Bintuni (K3TB) gedung Tiranus Via Dolorosa (29/11/2025)

“ Selama delapan belas tahun ini Keluarga Kei hadir sebagai organisasi yang memelihara ikatan budaya, memperkuat solidaritas, serta meneguhkan komitmen untuk ikut serta dalam pembangunan daerah” Kata Bupati.

Bupati memberikan Apresiasi kepada Pengurus Kerukunan Keluarga Kei, yang telah memberikan kontribusi nyata dalam kegiatan sosial kemasyrakatan, pelayanan kemanusiaan, menjaga kerukunan, dan merawat budaya, serta memberikan warna tersendiri dalam kehidupan masyarakat di Kabupaten Teluk Bintuni.

Sementara itu Ketua Kerukunan Keluarga Kei Teluk Bintuni (K3TB) Stefanus Balubun menyampaikan bahwa perayaan Syukur Kerukunan Keluarga Kei Kabupaten Teluk Bintuni, tahun ini dilaksanakan secara sederhana, namun tetap dengan Susana khidmat dan kekeluargaan.

Dikatakan usia organisasi yang ke depalan belas, adalah sebuah usia yang masih remaja, tetapi ini hanyalah angka saja, menurutnya keberaaan orang Kei di Bintuni dan Papua secara umum, bersamaan dengan Penginjil Zending, sehingga keberadaan Orang Kei dapat di pastikan melebihi usia organisasi tersebut.

“ Mari Kitong membangun Kerukunan ini dengan hati, Jangan ada masalah baru kita datang, perkenalkan diri kepada Pengurus, supaya kita di kenal, sebagai warga kerukunan, sehingga ketika ada persoalan yang menimpa anggota Kerukunan, pengurus dapat menyelesaikan” Kata Balubun.

Kerukunan Keluarga Kei adalah bagian dari pergumulan orang tua-tua Kei, agar orang Kei Bersatu, untuk itu, Ketua Kerukunan Kei mengharapkan agar warga Kei yang ada di Kabupaten Teluk Bintuni, saling menjaga dalam kebersamaan di Kerukunan, menghormati wadah kerukunan sebagai rumah bersama tempat berteduh, dan mengadu berbagai persoalan kehidupan sosial di Teluk Bintuni.

Ibadah Syukur HUT Keluarga Kei Kabupaten Teluk Bintuni (K3TB) di hadiri warga Kei dari tujuh Sektor di Teluk Bintuni

Kerukunan Keluarga Kei akan melaksanakan MUSDA di tahun depan, untuk itu  Stefanus Balubun meminta warga kerukunan untuk satu hati dan memberikan perhatian dalam mempersiapkan MUSDA di tahun 2026.

Dalam Khotbah pada ibadah Syukur,  Guru Jemaat, A. Tajo Tajo bilang bahwa Kerukunan Kei ini adalah Kerukunan yang luar biasa, sebab di dalamnya terdiri dari berbagai agama, ada Kristen Protestan, Katolik, dan Muslim, yang dapat berhimpun bersama.

“ menjauh dari Kerukunan, kalau tidak ada masalah tidak apa-apa. Tapi kalau ada masalah, pengurus ini pusing, kesini kesana, kesana kesini untuk menyelesaikan masalah” Kata Tajo.

Untuk itu Tajo mengharapkan agar warga Kei tidak menjauh dari Kerukunan, tetapi hadir bersama, membangun Persaudaraan,  menghadirkan rasa damai,  dalam kesatuan Kerukunan Keluarga Kei Teluk Bintuni.

Berita Terkait

Kabut Asap Selimuti Teluk Bintuni, dr. Novita; Resiko Gangguan Pernafasan (ISPA) berikut Pencegahannya.
Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni, dari Bintuni untuk Papua.REKTOR: Kepercayaan Harus Dijaga.
Lakalantas Tikungan Nusantara 1 Terpadu, 2 dari 4 Korban alami P*tah Tulang.
Yasman Yasir; Konektifitas Wilayah Pengaruhi Harga Barang, Kita Minta Bandara Bintuni Segera di Realisasi.
Tujuh Kampung di Distrik Kaitaro Alami Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih; Roy Masyewi; “Ini sudah Kronis, warga terpaksa gunakan air Laut.”
HUT ke-71 SATLANTAS POLRI, Polres Teluk Bintuni Lakukan Berbagai Giat Pelayanan Masyarakat.
Peringatan HARHUBNAS ke-55 Tahun, Kadin; Pacu Insan DISHUB Teluk Bintuni, Bekerja Keras: Yasman Yasir; Bandara Besar Segera di Realisasi.
Kebakaran Lahan di Tisay, Kasat Samapta: Di Duga Sisa Pembakaran Sampah Warga.
Berita ini 244 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 21 September 2026 - 15:31

Kabut Asap Selimuti Teluk Bintuni, dr. Novita; Resiko Gangguan Pernafasan (ISPA) berikut Pencegahannya.

Monday, 21 September 2026 - 13:49

Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni, dari Bintuni untuk Papua.REKTOR: Kepercayaan Harus Dijaga.

Sunday, 20 September 2026 - 22:02

Lakalantas Tikungan Nusantara 1 Terpadu, 2 dari 4 Korban alami P*tah Tulang.

Friday, 18 September 2026 - 22:35

Yasman Yasir; Konektifitas Wilayah Pengaruhi Harga Barang, Kita Minta Bandara Bintuni Segera di Realisasi.

Friday, 18 September 2026 - 18:44

Tujuh Kampung di Distrik Kaitaro Alami Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih; Roy Masyewi; “Ini sudah Kronis, warga terpaksa gunakan air Laut.”

Berita Terbaru