BINTUNI, newsline.id – Bertepatan dengan Peringatan Hari Perhubungan Nasional (HARHUBNAS) yang ke- 55 Tahun, Wakil Ketua II DPRK Teluk Bintuni, Yasman Yasir menyampaikan harapannya di momentum yang baik ini, kiranya Pemerintah Pusat dapat memberikan kado spesial untuk Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat dengan segera merealisasikan pembangunan Bandara Bintuni. Kamis,(17/06/2026).
“ Penloknya sudah di tetapkan, jadi mungkin pusat bisa lihat kita di Bintuni sehingga pesawat berbadan besar bisa mendarat di Teluk Bintuni” Kata Yasman Yasir.
Yasman mengungkapkan bahwa penerbangan sejak zaman daerah ini masih Kecamatan hingga sekarang sudah menjadi Kabupaten, Semua rute Penerbangan Bintuni Papua Barat masih dilayani oleh pesawat perintis berbadan kecil, dengan kapasitas penumpang yang terbatas antara 11 sampai 12 orang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“ kami berharap agar tahun depan sudah bisa dibangun bandara di Bintuni” Harapnya.
Dikatakan bahwa dengan adanya Penerbangan pesawat berbadan besar, kebutuhan masyarakat akan konektifitas antar wilayah di daerah Papua Barat ini dapat terlayani. Hal ini sudah sangat diperlukan, untuk mempersingkat jarak dan waktu, juga mempermudah masyarakat dalam bertransportasi.

Sementara untuk pembangunan dermaga yang telah di bangun Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Bintuni di wilayah Babo, dan Tofoi dapat membuat ekonomi masyarakat kembali berjalan dengan normal.
“ selama ini mereka sistim lansir, jadi kapal masuk kemudian di lansir dengan longboat, memang agak sedikit repot karena tidak ada yang langsung sampai di darat ini yang menjadikan bahan pokok terutama bahan bangunan menjadi lebih mahal” ungkapnya.
Yasman Yasir bilang konektifitas wilayah dan ketersediaan sarana prasarana perhubungan menjadi faktor penentu harga barang. masyarakat di pelabuhan pesisir juga mengharapkan agar kapal kargo juga dapat singgah di daerah mereka, sehingga ekonomi masyarakat pesisir dapat bangkit dan harga-harga barang di wilayah meraka menjadi wajar.










