Tujuh Kampung di Distrik Kaitaro Alami Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih; Roy Masyewi; “Ini sudah Kronis, warga terpaksa gunakan air Laut.”

Friday, 18 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BINTUNI, newsline.id – Musim Kemarau yang berkepanjangan dengan intensitas hujan yang sangat minim, mengakibatkan warga tujuh kampung yang berada di Distrik Kaitaro Kabupaten Teluk Bintuni, mengalami krisis air bersih. Kesulitan yang cukup parah akan air bersih,terjadi selama kurang lebih sebulan terakhir.

warga terpaksa menggunakan air laut yang ada di muara untuk kebutuhan mencuci dan lainnya, sementara untuk kebutuhan makan minum, warga harus mencari lebih jauh hingga ke hutan di hulu sungai.

Sumur-sumur warga yang berada di kampung yang selama ini menjadi sumber mata air  untuk kebutuhan sehari-hari, masih mengalami kekeringan parah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa warga benar-benar terpaksa harus mengungsikan diri ke kota dan ke kampung tetangga, hanya untuk dapat memenuhi kebutuhan akan air.

Jekson seorang aparat Kampung dari Kampung Furere, Distrik Kaitaro bersama warga mencoba menggali sumur secara manual, namun belum juga menemukan tanda-tanda adanya sumber air, untuk itu Jekson mengharapkan adanya perhatian Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dalam menyikapi keluhan warga kampung Furere yang  sedang mengalami kesulitan air bersih.

“ kami mengharapkan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni lebih bisa fokus, bisa perhatikan kami masyarakat yang ada di kampung Furere, musim panas yang sangat begitu panjang, sumur yang kami gali tidak ada tanda-tanda (adanya air ) untuk itu kami  minta sumur bor ” Ungkap Jekson.

Hal yang senada juga di sampaikan Rikson Fenetiruma Kepala Kampung Tugerama. Rikson mengungkapkan  sumur yang ada di kampungnya telah kering, warga sudah menggalinya lebih dalam lagi, dengan harapan akan adanya air, namun air tak juga di temukan.

“ air di kampung ini sudah kering semua, jadi mereka harus kehutan lagi untuk ambil air di hutan, itupun tidak banyak juga, mungkin jerigen 20 liter itu dua saja dan tidak bisa lebih lagi” kata Rikson Fenetiruma, Kepala Kampung Tugerama.

Foto: warga menampung air laut muara dan menggunakan sebagai kebutuhan mandi dan mencuci/sumber: Istimewa

Rikson menambahkan akibat krisis air ini, proses belajar mengajar pada SD Kampung Tugurama terpaksa di liburkan.  Para guru yang mengajar di sekolah tersebut juga oleh kepala kampung, diperkenankan untuk kembali dulu ke kota sampai persoalan akan air bersih ini dapat teratasi.

Anggota DPRK Kabupaten Teluk Bintuni, Roy Marthen Masyewi yang tiba dilokasi, melihat secara langsung kesulitan yang dialami warga tujuh kampung di Distrik Kaitaro Kabupaten Teluk Bintuni menyatakan keprihatinan dan berharap Pemerintah Daerah secara urgensi bersama pihak terkait segera menyikapi kesulitan warga akan air bersih tersebut.

“ ini sudah kronis ini, warga di Distrik Kaitaro mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih, jadi saya berharap, bersama Pemerintah daerah dan pihak terkait, mari bersama kita sikapi persoalan warga ini, ini urgen” Kata Roy Marthen Masyewi, Anggota DPRK Teluk Bintuni, Jumat,(18/09/2026)

Roy mengungkapkan kunjungan kerja yang dilaksanakan di daerah Distrik Kaitaro dengan tujuh kampung tersebut, memberikan beberapa data fakta kesulitan warga masyarakat setempat yang menjadi tanggungjawabnya untuk disampaikan kepada pemerintah daerah sebagai mitra kerja dalam melayani masyarakat.

Berita Terkait

Yasman Yasir; Konektifitas Wilayah Pengaruhi Harga Barang, Kita Minta Bandara Bintuni Segera di Realisasi.
HUT ke-71 SATLANTAS POLRI, Polres Teluk Bintuni Lakukan Berbagai Giat Pelayanan Masyarakat.
Peringatan HARHUBNAS ke-55 Tahun, Kadin; Pacu Insan DISHUB Teluk Bintuni, Bekerja Keras: Yasman Yasir; Bandara Besar Segera di Realisasi.
Kebakaran Lahan di Tisay, Kasat Samapta: Di Duga Sisa Pembakaran Sampah Warga.
437 Mahasiswa Baru Unimutu Angkatan Kedua, Siap Jalani Masa Ta’aruf; Bupati Buka dengan Resmi.
Kajati Papua Barat Kunjungi Kejari Bintuni, Perkuat Sinergi dan Kinerja Penegakan Hukum
Kepala Rutan Kelas IIB Bintuni Resmi Berganti, Bupati; Semangat Baru, Tugas, dan Pelayanan Lebih Baik
Suku Besar Sebyar; Sanksi Adat Kantor Gubernur, DPRD Papua Barat, dan Sumur Kilang LNG Tangguh, batas waktu 2026.
Berita ini 213 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 18 September 2026 - 22:35

Yasman Yasir; Konektifitas Wilayah Pengaruhi Harga Barang, Kita Minta Bandara Bintuni Segera di Realisasi.

Friday, 18 September 2026 - 18:44

Tujuh Kampung di Distrik Kaitaro Alami Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih; Roy Masyewi; “Ini sudah Kronis, warga terpaksa gunakan air Laut.”

Friday, 18 September 2026 - 09:19

HUT ke-71 SATLANTAS POLRI, Polres Teluk Bintuni Lakukan Berbagai Giat Pelayanan Masyarakat.

Thursday, 17 September 2026 - 23:52

Peringatan HARHUBNAS ke-55 Tahun, Kadin; Pacu Insan DISHUB Teluk Bintuni, Bekerja Keras: Yasman Yasir; Bandara Besar Segera di Realisasi.

Thursday, 17 September 2026 - 18:10

Kebakaran Lahan di Tisay, Kasat Samapta: Di Duga Sisa Pembakaran Sampah Warga.

Berita Terbaru