Begini Cerita Adik Tomi Marbun Usai Ikut dalam Olah TKP Hilangnya Iptu Tomi Marbun di Moskona Papua Barat.

Tuesday, 29 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cerita Monterry Marbun, Adik dari Tomi Marbun, usai mengikuti olah TKP di Moskona Papua Barat

Cerita Monterry Marbun, Adik dari Tomi Marbun, usai mengikuti olah TKP di Moskona Papua Barat

MEYADO-TELUK BINTUNI, newsline.id – Saya selaku dari adik dari Tomi Marbun, sudah kembali dari TKP saya sekarang sudah berada di Meyado, saya mau menjelaskan sedikit pengalaman saya yang ikut dalam operasi kemaren.

E..Saya merasakan medan yang kita lalui itu cukup berat, yang dikarenakan hujan yang tidak menentu bisa kadang siang, kadang,malam, pas kita jalan hujan, jadi tanah itu menjadi berlumpur, dimana sulit untuk dijalani, tapi ya..puji Tuhan kita dapat tiba di perhentian pertama kita itu di kali Cempedak, yang mana kita itu berjalan hamper sekitar 12 jam berjalan kaki, dengan beberapa kali istirahat, kita tiba di kali Cempedak itu sudah hampir gelap, jam lima sore, jadi kita berbifak (berkemah) di situ menbangun tenda seadanya untuk kita bermalam, sebelum kita melanjutkan perjalanan besoknya menuju ke TKP, begitu…

Kemudian setelah kita sampe, jarak dari kali Cempedak itu ke TKP kurang lebih kita berjalan itu sekitar satu setengah jam lah, yang mana kita bersyukur karena ada tim-tim hebat yang ada di depan seperti batalion Yonif 642 Kapuas, Brimobda Papua Barat yang buka jalan jadi sehingga kita masyarakat sipil ini yang ikut, dalam operasi tersebut tidak terlalu beratlah, tidak terlalu sulit, untuk melalui jalan-jalan hutan tersebut, begitu…

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Trus kemudian kita juga merasakan bagaimana hutan disana itu memang masih sangat-sangat alami yang mana belum tersentuhlah sama masyarakat, karena saya melihat langsung bagaimana hutan tersebut begitu, karena memang hutan tersebut kalau siang itu walaupun matahari terik di luar, di dalam itu matahari tidak masuk, dikarenakan banyak pohon-pohon yang menutup, besar dan rapat begitu..

Jadi kita bermalam itu hamper sekitar tiga hari, tiga hari dua malam di TKP untuk melaksanakan olah TKP yang mana saya juga harus ikut untuk melaksanakan olah TKP, di tempat TKP yang menurut dari keterangan saksi anggota Resort Teluk Bintuni, jadi saya langsung lihat, didampingi dengan tim identifikasi dari Mabes Polri, pada saat itu…dan ehm…selesai kita melakukan olah TKP yang berjalan sekitar hampir empat sampe lima jam kita kembali ke tempat kita berbifak (berkemah), tempat bermalam kita di situ, dikarenakan helikopter tidak bisa jemput kita untuk kembali ke kemah, akhirnya kita melakukan penyebrangan basah. Yang mana dengan mengikatkan tali dari tempat kita menyeberang dengan tempat kita berbifak, kita menyebrang, yah…sebagaimana orang menyebrang sungai ya…basah gitu, jadi kita sambil megang tali kita berusaha untuk menyeberang gitu…

Monterry Marbun, (di tengah kaos lengan panjang hitam) bersama Kapolda, dan Tim saat berkemah di hutan dekat TKP di Moskona Papua Barat

Trus tadi pagi tertanggal 27 April ini, jam setengah tujuh pagi kalau tidak salah, ada kontak antara yang di duga KKB, memberikan tembakan ke arah tempat kita berbifak, yang mana langsung di respon cepat oleh tim Barimeter yaitu tim Brimob dan Tim Batalyon Yonif 642 Kapuas begitu…

Jadi akibat dari kontak tadi, Kapolda tidak mau ambil resiko, Kapolda menutuskan  untuk mengevakuasi dengan cepat menggunakan helikopter, yang mana Pak Kapolda mengutamakan masyarakat sipil terlebih dahulu yang mana kita dari keluarga (Tomi Marbun) ada dua orang, dari tim pengacara enam orang. Dari komnas HAM Pak Frits, terus ada dari Basarnas, trus ada dari dokter juga dari anggota Polda beberapa, dan Pak Danyon Batalion Yonif  642 Kapuas begitu..

Puji Tuhan kita sampe disini (Meyado) tidak kurang satu apapun, ini mungkin menjadi satu pengalaman buat saya yang pernah langsung turun ke TKP untuk mencari abang saya dan harapan saya untuk tim yang masih tinggal di daerah di tempat kita berbifak tadi malam, saya harap dikarenakan tadi cuaca jadi helikopter tidak bisa mengevakuasi semua anggota secara langsung, yang ada disana sekitar 130 lebih, saya harapkan mudah-mudahan besok dapat dievakuasi dengan cepat dari pagi, jangan sampe ada lagi korban, ataupun kita harapkan jangan sampe ada kontak tembak di TKP.

Dan saya harapkan juga mudah-mudahan tim dari Mako Brimob dari Pelopor yang saat ini tetap menjalankan pencarian saya harapkan mudah-mudahan atas ijin Tuhan membuahkan hasil, agar semua yang menjadi pertanyaan dalam kepala kita, kepala masyarakat, kepala kita sebagai keluarga kandung dapat terjawab,

oke…itu harapan yang saya sampaikan saya berterimkasaih secara pribadi kepada Bapak Kapolda dan Bapak Kapolri yang sudah e..memenuhi keinginan kita sebagai keluarga.  (Ichal-HumPol TB).

Berita Terkait

Menata Masa Depan Kampung, Bumi Saniari Gelar Sosialisasi RPJMK 2027–2035
Rektor ITB; Bedah Buku “Manajemen Pemilu” Bagian dari Penyempurnaan Pelaksanaan Pemilu.
Bedah Buku “Manajemen Pemilu” KPU Teluk Bintuni, Perkuat Wawasan Praktisi Penyelenggara Pemilu.
Rayakan HUT WKRI ke-102 dan Pesta Pelindung, WKRI Sta. Anna Manimeri Berbagi Kasih ke Stasi Botai.
Balubun Terpilih Kembali, Nahkodai Kerukunan Keluarga Kei(K3TB) Teluk Bintuni Periode 2026-2031.
Nobar Final Argentina Vs Spanyol Polres Teluk Bintuni Siap Kawal sampai Konvoi.
Teluk Bintuni Juara Umum, PESPARANI Katolik IV Papua Barat, Bupati; Tidak ada yang Kalah.
Seribu Jemaat Lebih Hadiri Misa Pembukaan PESPARANI Katolik IV Papua Barat Kabupaten Teluk Bintuni.
Berita ini 1,487 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 4 August 2026 - 12:50

Menata Masa Depan Kampung, Bumi Saniari Gelar Sosialisasi RPJMK 2027–2035

Sunday, 2 August 2026 - 22:13

Rektor ITB; Bedah Buku “Manajemen Pemilu” Bagian dari Penyempurnaan Pelaksanaan Pemilu.

Sunday, 2 August 2026 - 21:28

Bedah Buku “Manajemen Pemilu” KPU Teluk Bintuni, Perkuat Wawasan Praktisi Penyelenggara Pemilu.

Monday, 27 July 2026 - 11:46

Rayakan HUT WKRI ke-102 dan Pesta Pelindung, WKRI Sta. Anna Manimeri Berbagi Kasih ke Stasi Botai.

Sunday, 19 July 2026 - 23:54

Balubun Terpilih Kembali, Nahkodai Kerukunan Keluarga Kei(K3TB) Teluk Bintuni Periode 2026-2031.

Berita Terbaru