BINTUNI, newsline.id – Bupati Teluk Bintuni Yohanis Maibuy di damping Ibu Verawati Manibuy, membuka Perlombaan Paduan Suara menyanyikan lagu Mars Teluk Bintuni, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Teluk Bintuni ke 22 Tahun, lomba di gelar di gedung GSG Teluk Bintuni, Kamis, 05 Juni 2025.
Dalam Sambutannya Bupati menyambut baik kegiatan Perlombaan Paduan Suara Mars Bintuni tersebut, menurut bupati kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan social, budaya, dan pembangunan juga merupakan momentum yang tepat untuk membumikan lagu masyarakat, dan memasyarakatkan lagu, masyarakat Teluk Bintuni sebagai indentitas budaya dan sebagai salah satu upaya penghargaan dan penghormatan pada sejarah daerah.
“ Besar harapan saya lomba paduan suara ini akan menjadi sarana kreatifitas sekaligus memberikan pemahaman yang benar, sarana untuk menghargai dan meletarikan budaya tanah Sisar Matiti, dan menjadi bagian integral dalam kehidupan sosial, budaya, dan identitas masyarakat” ujar Bupati.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya Bupati menambahkan bahwa kiranya dengan Lomba ini kita dapat memperkuat rasa kebersamaan, memahami nilai-nilai budaya dan merayakan warisan daerah yang kita miliki.
“ dengan nmemohonkan pertolongan Tuhan Yang Maha Esa, dengan ini lomba Paduan Suara Lagu Mars Teluk Bintuni dalam rangka HUT Kabupaten Teluk Bintuni ke 22, secara resmi saya nyatakan di buka” kata Bupati.

Sementara itu dalam laporan Ketua Panitia yang di sampaikan Koordinator Lomba, Ny. Lidia Samderubun menyampaikan, Lomba Paduan Suara Mars Kabupaten Teluk Bintuni, baru pertama kali di perlombakan di Kabupaten Teluk Bintuni, menurutnya perlombaan ini jadi berkat dukungan dan motifasi yang luar biasa dari bupati Kabupaten Teluk bintuni sehingga acara ini dapat berlangsung dengan Sukses.
“ lomba ini di ikuti oleh total 15 peserta yang berasal dari sektor keagamaan, instansi pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat umum, dengan sumber anggaran dari usaha mandiri dan dukungan berbagai pihak” ungkap Lidia.
Lidia mengucapkan terimakasih kepada para dewan juri yang berasal dari Profinsi Papua Barat yang yakni Jaih Saragih, dosen seni dan estetika Universitas Caritas Indonesia Manokwari, Yusuf Sawaki, dosen Fakultas sastra dan budaya Universitas Papua, dan Redy Fatubun, Tim Pelatih Pesparawi Nasional yang telah terbukti memiliki kompetensi kejurian yang baik, dapat di pertanggungjawabkan dan memiliki pengalaman kejurian padaberbagai ivent padauan suara tingkat daerah, nasional, maupun Internasional. (Ichal)










