Dampak Dusun Sagu Jadi Dusun Besi, Begini Tanggungjawab Genting Oil untuk Sumuri, Beni Bilang Ini Kesempatan Kedua.

Sunday, 16 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BINTUNI, newsline.id – Forum Group Discussion, Perencanaan Pengembangan SMP Perintis Kelapa Dua Forada  Menuju Sekolah Berwawasan Adiwiyata, berlangsung di ruang pertemuan, sebuah Hotel di Awarep Teluk Bintuni, Sabtu(15/11/2025).

Diskusi sehari tersebut melibatkan kepala Sekolah dan wakil Kepala Sekolah, Guru serta tenaga Pendidik, dan Komite Sekolah, SMP Perintis Kelapa Dua Forada, dengan Patner Implementor Yayasan Syena Aroho Papua (SAPA) Foundation.

Menghadirkan Narasumber/Fasilitator dengan Materi’ Mengapa Sumuri? oleh Beni Inanosa, dari Komite Transformasi Anak Sumuri, “Peran Genting Oil Kasuri dalam Program Sekolah Adiwiyata, oleh Wahyu Rumagesan, Perwakilan GOKPL, dan “Pemaparan Kondisi Sekolah oleh Tety Ribsar Tandi Alo, Kepala sekolah SMP Perintis Kelapa Dua, dengan Moderator Rori Subaing dari SAPA Foundation.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diskusi sehari tersebut melibatkan kepala Sekolah dan wakil Kepala Sekolah, Guru serta tenaga Pendidik, dan Komite Sekolah, SMP Perintis Kelapa Dua Forada, dengan Patner Implementor Yayasan Syena Aroho Papua (SAPA) Foundation.

Wahyu Rumagesan, Community Development Lead Team Genting Oil, mengatakan kegiatan ini merupakan Forum Group Discussion Perencanaan Pengembangan SMP Perintis Kelapa Dua Forada Menuju Sekolah Berwawasan Adiwiyata, yang merupakan Program Pengembangan Pelibatan Masyarakat(PPM) bidang Pendidikan dimana Genting Oil berkomitmen untuk terus melanjutkan Program inisiasi sebelumnya yakni program  Sekolah Hijau atau Green School yang telah di lakukan di SMP Dua Kelapa Dua Forada sejak tahun 2021.

“ dalam tahun ini, kita merencanakan menyusun rumusan konsep dan strategi agar di 2026, dapat kami hasilkan tim dan rencana sekolah Green School menuju ke tahapan Sekolah dengan Wawasan Adiwiyata” harapnya.

Wahyu menambahkan sebelum mencapai Sekolah Berwawasan Adiwiyata ada indikator yang harus dicapai, untuk itu dirinya mengharapkan agar guru dan komite dapat berkolaborasi sebagai stekholder penting dalam pelaksanaan sekolah hijau atau sekolah menuju ke konsep Adwiyata, dan menjadi pilot project/percontohan bagi sekolah-sekolah dengan konsep yang lain di wilayah Sumuri.

Moderator Fasilitator Rori Subaing dari Yayasan Syena Aroho Papua (SAPA) Foundation Mitra Genting Oil Implementor SMP Perintis Kelapa Dua Forada menuju Adiwiyata

Sementara itu Moderator Discussion, Rori Subaing dari Yayasan Shena Aroho Papua mengatakan bahwa Ini merupakan proses yang harus terjadi dalam kegiatan Pengembangan dan Pelibatan Masyarakat yang mana adanya kolaborasi antara Perusahaan, Sekolah, maupun Masyarakat merupakan suatu awal dari penguatan kapasitas yang baik.

“ Forada merupakan Kampung yang akan berhadapan langsung dengan semua dampak yang di timbulkan dari eksploitasi sumber daya alam yang akan dilakukan pihak perusahaan, sehingga Kampung Forada pantas menjadi Kampung sasaran peningkatan kapasitas di bidang Pendidikan” ujar Rori.

Sekolah Adiwiyata menjadi penting karena tanggungjawab untuk menjaga lingkungan hidup menjadi tanggungjawab bersama, point terpenting adalah tanggungjawab bersama untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar kita” imbuhnya.

Di kesempatan yang sama Beni Inanosa, Pemerhati Pendidikan Sumuri /Komite Transformasi Anak Sumuri bilang, bahwa secara resmi orang Sumuri telah menerima  kompensasi atas pemanfaatan sumber daya tanah di Sumuri, maka suka atau tidak, industri akan tetap jalan, oleh karena itu menjadi tanggungjawab orang tua untuk menyiapkan, mendorong anak-anaknya agar terlibat dalam pemanfaatan program pendidikan yang bantu oleh industri, maupun Pemerintah.

“ kalau dusun sagu sudah di konversi menjadi dusun besi, maka tidak ada cara lain kecuali anak-anak harus sekolah yang benar supaya bisa mengambil bagian di dusun besi” kata Beni.

Dikatakan bahwa anak-anak asli Sumuri saat ini yang sedang bersekolah di Universitas tidaklah banyak, untuk  itu Beni menekankan bahwa ini merupakan ‘kesempatan kedua yang harus bisa dimanfaatkan oleh anak-anak asli di Tanah Sumuri.

Sementara itu, Perwakilan SMP Perintis Kelapa Dua Forada, guru Aris Rahmawan mengucapkan terimakasih atas kerjasama yang telah terjalin selama ini, berupa penanaman sebanyak lebih dari seratus pohon buah di lingkungan sekolah SMP Perintis Kelapa Dua, dengan luas wilayah tanam sebesar dua hektar dan kini telah mencapai tahap produktif berbuah.

“ kita sudah menikmati hasil tanaman buah yang kita tanam sejak tahun  2021,  ada tanaman buah nangka yang sudah panen tiga kali dan itu membawa manfaat bagi warga sekolah, hasil dari kita merawat bersama” ungkap Pak Guru Aris.

Wella Saroy Ketua Yayasan Syena Aroho Papua (SAPA) Foundation, mitra Genting Oil sebagai Implementor Program menyatakan berkomitmen mendampingi SMP Perintis Kelapa Dua Forada dalam proses menjadi Sekolah Berwawasan Adiwiyata. (*)

Berita Terkait

Yasman Yasir; Konektifitas Wilayah Pengaruhi Harga Barang, Kita Minta Bandara Bintuni Segera di Realisasi.
Tujuh Kampung di Distrik Kaitaro Alami Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih; Roy Masyewi; “Ini sudah Kronis, warga terpaksa gunakan air Laut.”
HUT ke-71 SATLANTAS POLRI, Polres Teluk Bintuni Lakukan Berbagai Giat Pelayanan Masyarakat.
Peringatan HARHUBNAS ke-55 Tahun, Kadin; Pacu Insan DISHUB Teluk Bintuni, Bekerja Keras: Yasman Yasir; Bandara Besar Segera di Realisasi.
Kebakaran Lahan di Tisay, Kasat Samapta: Di Duga Sisa Pembakaran Sampah Warga.
437 Mahasiswa Baru Unimutu Angkatan Kedua, Siap Jalani Masa Ta’aruf; Bupati Buka dengan Resmi.
Kajati Papua Barat Kunjungi Kejari Bintuni, Perkuat Sinergi dan Kinerja Penegakan Hukum
Kepala Rutan Kelas IIB Bintuni Resmi Berganti, Bupati; Semangat Baru, Tugas, dan Pelayanan Lebih Baik
Berita ini 305 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 18 September 2026 - 22:35

Yasman Yasir; Konektifitas Wilayah Pengaruhi Harga Barang, Kita Minta Bandara Bintuni Segera di Realisasi.

Friday, 18 September 2026 - 18:44

Tujuh Kampung di Distrik Kaitaro Alami Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih; Roy Masyewi; “Ini sudah Kronis, warga terpaksa gunakan air Laut.”

Friday, 18 September 2026 - 09:19

HUT ke-71 SATLANTAS POLRI, Polres Teluk Bintuni Lakukan Berbagai Giat Pelayanan Masyarakat.

Thursday, 17 September 2026 - 23:52

Peringatan HARHUBNAS ke-55 Tahun, Kadin; Pacu Insan DISHUB Teluk Bintuni, Bekerja Keras: Yasman Yasir; Bandara Besar Segera di Realisasi.

Thursday, 17 September 2026 - 18:10

Kebakaran Lahan di Tisay, Kasat Samapta: Di Duga Sisa Pembakaran Sampah Warga.

Berita Terbaru