Dari Kampung Kecil ke Dunia Kerja Nasional: Perjalanan Inspiratif Yohanes Bersama P2TIM

Tuesday, 8 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Yohanis pada Pelatihan di P2TIM Teluk Bintuni

Foto: Yohanis pada Pelatihan di P2TIM Teluk Bintuni

BINTUNI, 2025. papua.newsline,id –  – Yohanes, anak kedua dari tujuh bersaudara asal Kampung Jagiro, Moskona Selatan, telah membuktikan bahwa tekad dan kerja keras dapat mengubah masa depan. Lulus dari SMA jurusan IPA pada tahun 2019, Yohanes bercita-cita bekerja di perusahaan besar di luar daerah agar dapat memperoleh penghasilan yang lebih baik dan membantu keluarganya, terutama setelah sang ayah meninggal dunia. Namun, ia menyadari bahwa dunia kerja saat ini menuntut keterampilan serta sertifikasi yang diakui secara nasional dan internasional.

Melalui informasi dari alumni yang telah sukses berkarier, Yohanes mengenal Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas (P2TIM) Teluk Bintuni. Program pelatihan ini menarik minatnya karena memiliki standard kualitas tinggi, fasilitas lengkap, serta diberikan secara gratis. Kesempatan ini dianggapnya  sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan.

Memasuki lingkungan P2TIM, Yohanes segera merasakan perubahan besar dalam hidupnya. Ia belajar tentang inklusivitas, yaitu di mana semua peserta dari berbagai latar belakang mendapatkan hak yang sama dan harus bekerjasama dalam lingkungan yang terstruktur seperti di perusahaan besar. Disiplin diri juga menjadi pelajaranpenting, terutama dalam manajemen waktu, karena sebelumnya ia terbiasa tidur larut malam dan bangun siang. Selain itu, ia menghadapi tantangan dalam beradaptasi dengan penggunaan bahasa Inggris secara intensif. Awalnya, ia kesulitan memahami istilah teknis, tetapi dengan ketekunan dan dukungan dari rekan-rekannya, ia akhirnya mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara sederhana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, pelajaran terbesar yang Yohanes peroleh adalah keterampilan komunikasi yang efektif. Ia menyadari bahwa komunikasi bukan sekadar berbicara, tetapi ada teknik yang membuat pesan lebih jelas dan berdampak. Hal ini menjadi bekal berharga saat ia memasuki dunia kerja.

Setelah menyelesaikan pelatihan di P2TIM, Yohanes merasa dirinya lebih disiplin, percayadiri, dan memiliki mental yang kuat untuk merantau serta bekerja jauh dari keluarga. Saat ini, ia telah bekerjas elama enam bulan di PT. SUN Weda, salah satu perusahaan terkemuka di sector industri. Sebelum mendapatkan pekerjaan ini, ia sempat berkonsultasi dengan tim P2TIM yang membantunya dalam menyusun CV dan melengkapi dokumen administrasi.

Bagi Yohanes, P2TIM dan Petrotekno telah memainkan peran besar dalam mengurangi tingkat pengangguran di Teluk Bintuni. Ia menyayangkan masih banyak pemuda yang ragu untu kmengikuti pelatihan karena takut tidak mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Namun, menurutnya, kesempatan tidak dating dengan sendirinya – kita harus berusaha dan mengambil langkah nyatau ntuk meraih masa depan yang lebih baik.

Sebagai bentuk rasa syukur, Yohanes kini aktif mengajak saudara, teman, dan pemuda di sekitarnya untuk ikut serta dalam pelatihan P2TIM. Ia percaya bahwa pendidikan dan keterampilan adalah kunci untuk membangun masa depan yang lebih cerah, baik bagi diri sendiri maupun untuk kemajuan Bintuni. Melalui kisahnya, P2TIM dan Petrotekno semakin membuktikan bahwa mereka bukan sekadar lembaga pelatihan, tetapi juga pintu gerbang menuju kesempatan kerja dan kehidupan yang lebih baik. Dengan dedikasi tinggi, mereka terus berkontribusi dalam mencetak tenaga kerja professional dari Papua yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Penulis: Ichal- Anjie/ Penyunting Teks & Gambar : Redaksi

Berita Terkait

DWP PUPR Teluk Bintuni Kunjungi Rutan, Berbagi Kasih dengan Warga Binaan
Dekat Dengan Rakyat, Murah Senyum, dan Jejak Kerja Nyata: Sosok Yohanis Manibuy, Bupati Teluk Bintuni
Kekerasan S*ksual Korban Anak Marak di Bintuni, Ningsih: “Negara Harus Hadir”
Kasus Yanto Idoorway “Berlarut, ” Polda Papua Barat, di minta Segera Kejar P-21
Bina Karakter Pemuda Bintuni, Yayasan Phapeda Gelar Youth Camp
Layanan Kesehatan “ Gereja Sehat” Puskesmas Bintuni di Gereja St. Yohanis Kilo 2.
Tim Survei Indeks Keber’Agama’an Kemenag Pusat Tiba di Teluk Bintuni, Deva: Ukuran Keberhasilan Kerukunan.
Tiga Pemuda Ditangkap, Terduga Curanmor di Kampung Idut Bintuni, Dua Masih Pelajar
Berita ini 101 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 3 November 2026 - 18:41

DWP PUPR Teluk Bintuni Kunjungi Rutan, Berbagi Kasih dengan Warga Binaan

Monday, 2 November 2026 - 09:11

Dekat Dengan Rakyat, Murah Senyum, dan Jejak Kerja Nyata: Sosok Yohanis Manibuy, Bupati Teluk Bintuni

Wednesday, 28 October 2026 - 12:00

Kekerasan S*ksual Korban Anak Marak di Bintuni, Ningsih: “Negara Harus Hadir”

Tuesday, 27 October 2026 - 17:57

Kasus Yanto Idoorway “Berlarut, ” Polda Papua Barat, di minta Segera Kejar P-21

Tuesday, 27 October 2026 - 13:27

Bina Karakter Pemuda Bintuni, Yayasan Phapeda Gelar Youth Camp

Berita Terbaru

Papua Barat

Bina Karakter Pemuda Bintuni, Yayasan Phapeda Gelar Youth Camp

Tuesday, 27 Oct 2026 - 13:27