Daun Gatal Papua Obat Tradisional Penghilang Rasa Letih yang Banyak di Cari.

Friday, 4 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Daun Gatal Obat Penghilang Rasa Letih dan Nyeri Orang Papua

Foto: Daun Gatal Obat Penghilang Rasa Letih dan Nyeri Orang Papua

BINTUNI, papua.newsline.id – Hutan Papua memiliki berjuta kekayaan yang masih tersimpan, termasuk berbagai tumbuhan herbal yang di percaya secara turun-temurun sebagai obat herbal tradisional yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, dalam kehidupan orang Papua, salah satunya adalah Daun Gatal.

Daun Gatal sendiri diketahui secara ilmiah adalah Laportea decumana. Tumbuhan perdu yang berasal dari daerah tropis Afrika. Di Maluku dan Papua dan beberapa daerah lainnya Daun Gatal di gunakan sebagai obat tradisional untuk Obat Anti Nyeri otot, Mengurangi Rasa Capek, dan Mengurangi Rasa Pegal-Pegal di badan, Obat sakit kepala, dan Memar, dan juga untuk berburu.

Tanaman ini sangat efektif karena memiliki senjata berupa bulu-bulu (trikoma) halus yang kaku, mengandung asam format.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat Daun Gatal di oleskan ke tubuh, maka bulu-bulu (trikoma) akan menembus kulit, menimbulkan sensasi gatal yang kuat, trikoma yang mengandung asam format, akan keluar dan dengan proses enzimatis, akan merangsang terjadinya pelebaran pori-pori darah sehingga darah akan mengalir dengan lancar.

Kulit akan tampak seperti melepuh serta nyeri panas seperti tersengat untuk beberapa saat, mekanisme inilah yang membuat rasa lelah, capek, dan nyeri pada badan berkurang atau hilang.

Sebuah penelitian Simaremare et al (2017), Daun Gatal di ketahui mengandung aktifitas anti bakteri S, E.Coli, dan Typhi. juga mengandung triterpenoid, alkanoid, dan glikosida, sehingga dapat di kembangkan menjadi salep anti nyeri.

Daun Gatal memiliki beberapa jenis : yaitu Daun Gatal Hijau ( Laportea DecumanaI), Daun Gatal Ungu (Dendrocnide peltata), dan Daun Gatal Penyengat/Pulus(Girardina palmate) atau daun Gatal Babi.

Khusus untuk daun gatal Babi, tidak digunakan untuk obat tradisional karena efek gatalnya dapat berlangsung hingga dua minggu, menyebabkan kulit biduran, dan rasa panas yang hebat.

Daun Gatal Babi memiliki bentuk berbeda dari daun gatal lainnya, daun gatal babi lebih mirip daun papaya dan memiliki bulu halus tak kasat mata di sekelilingnya. Lebih baik menghindari daun gatal babi.  (RD–Sumber: Studi Pemanfaatan Jenis Tumbuhan Daun Gatal (laportea sp.) Oleh Masyarakat Kampung Bariat Distrik Konda Kabupaten Sorong Selatan oleh Irnawati ; Mira Herawati Soekamto ; Nur Hidaya, Universitas muhammadiyah Sorong) , Wikipedia).

Berita Terkait

Tolak Kontraktor Lokal Kerjakan Rumah Bantuan BP Tangguh, Warga Distrik Weriagar: Kualitas Buruk.
Tuding Keluarga Terlibat Kematian Yanto Idoorway, Akun Facebook Hizki Kia Dipolisikan.
Apel Konsolidasi dan Evaluasi, Dinas Perhubungan Teluk Bintuni Perkuat Komitmen Pelayanan
DWP PUPR Teluk Bintuni Kunjungi Rutan, Berbagi Kasih dengan Warga Binaan
Dekat Dengan Rakyat, Murah Senyum, dan Jejak Kerja Nyata: Sosok Yohanis Manibuy, Bupati Teluk Bintuni
Kekerasan S*ksual Korban Anak Marak di Bintuni, Ningsih: “Negara Harus Hadir”
Kasus Yanto Idoorway “Berlarut, ” Polda Papua Barat, di minta Segera Kejar P-21
Bina Karakter Pemuda Bintuni, Yayasan Phapeda Gelar Youth Camp
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 4 November 2026 - 21:39

Tolak Kontraktor Lokal Kerjakan Rumah Bantuan BP Tangguh, Warga Distrik Weriagar: Kualitas Buruk.

Wednesday, 4 November 2026 - 20:04

Tuding Keluarga Terlibat Kematian Yanto Idoorway, Akun Facebook Hizki Kia Dipolisikan.

Wednesday, 4 November 2026 - 18:39

Apel Konsolidasi dan Evaluasi, Dinas Perhubungan Teluk Bintuni Perkuat Komitmen Pelayanan

Tuesday, 3 November 2026 - 18:41

DWP PUPR Teluk Bintuni Kunjungi Rutan, Berbagi Kasih dengan Warga Binaan

Monday, 2 November 2026 - 09:11

Dekat Dengan Rakyat, Murah Senyum, dan Jejak Kerja Nyata: Sosok Yohanis Manibuy, Bupati Teluk Bintuni

Berita Terbaru