BINTUNI, papua.newsline.id – Hutan Papua memiliki berjuta kekayaan yang masih tersimpan, termasuk berbagai tumbuhan herbal yang di percaya secara turun-temurun sebagai obat herbal tradisional yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, dalam kehidupan orang Papua, salah satunya adalah Daun Gatal.
Daun Gatal sendiri diketahui secara ilmiah adalah Laportea decumana. Tumbuhan perdu yang berasal dari daerah tropis Afrika. Di Maluku dan Papua dan beberapa daerah lainnya Daun Gatal di gunakan sebagai obat tradisional untuk Obat Anti Nyeri otot, Mengurangi Rasa Capek, dan Mengurangi Rasa Pegal-Pegal di badan, Obat sakit kepala, dan Memar, dan juga untuk berburu.
Tanaman ini sangat efektif karena memiliki senjata berupa bulu-bulu (trikoma) halus yang kaku, mengandung asam format.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat Daun Gatal di oleskan ke tubuh, maka bulu-bulu (trikoma) akan menembus kulit, menimbulkan sensasi gatal yang kuat, trikoma yang mengandung asam format, akan keluar dan dengan proses enzimatis, akan merangsang terjadinya pelebaran pori-pori darah sehingga darah akan mengalir dengan lancar.
Kulit akan tampak seperti melepuh serta nyeri panas seperti tersengat untuk beberapa saat, mekanisme inilah yang membuat rasa lelah, capek, dan nyeri pada badan berkurang atau hilang.
Sebuah penelitian Simaremare et al (2017), Daun Gatal di ketahui mengandung aktifitas anti bakteri S, E.Coli, dan Typhi. juga mengandung triterpenoid, alkanoid, dan glikosida, sehingga dapat di kembangkan menjadi salep anti nyeri.
Daun Gatal memiliki beberapa jenis : yaitu Daun Gatal Hijau ( Laportea DecumanaI), Daun Gatal Ungu (Dendrocnide peltata), dan Daun Gatal Penyengat/Pulus(Girardina palmate) atau daun Gatal Babi.
Khusus untuk daun gatal Babi, tidak digunakan untuk obat tradisional karena efek gatalnya dapat berlangsung hingga dua minggu, menyebabkan kulit biduran, dan rasa panas yang hebat.
Daun Gatal Babi memiliki bentuk berbeda dari daun gatal lainnya, daun gatal babi lebih mirip daun papaya dan memiliki bulu halus tak kasat mata di sekelilingnya. Lebih baik menghindari daun gatal babi. (RD–Sumber: Studi Pemanfaatan Jenis Tumbuhan Daun Gatal (laportea sp.) Oleh Masyarakat Kampung Bariat Distrik Konda Kabupaten Sorong Selatan oleh Irnawati ; Mira Herawati Soekamto ; Nur Hidaya, Universitas muhammadiyah Sorong) , Wikipedia).










