MANOKWARI, newsline.id – Om Kalek salah satu korban Selamat Banjir Bandang Pegunungan Arfak menyampaikan kisahnya selamat dari banjir demikian. “ Jumat itu (16/05/2025) memang dari siang kan hujan to..itu kali kecil yang torang pake buat ambil air minum deng masak, jadi torang yanda(tidak) ada firasat banjir besar begitu, jadi satu hari sebelum malam itu, torang (kami) rencana mo balik pulang, jadi torang so manyimpang baju, karena mobil(hilux) nanti subuh-subuh so mo sampe,(datang jempuat) jadi tong so mo turun, mo pulang. Jadi jam 9 malam itu tong dengar, so batariak-batariak, banjir-banjir, kita kira cuma banjir aer naik bagitu,”
“ Kita dapat dengar gemuruh, memang ini pasti longsor jadi kita langsung lompat, kita langsung lari panic, karena lari panic kita kena kayu besi, dan langsung jatuh tertimbun di dalam lumpur dan langsung terseret, hanya mengharapkan mujizat Tuhan…ini mungkin teguran atas salah dosa yang sudah kita buat ” ungkap Om Kalek.

Di beritakan Banjir Bandang terjadi di kawasan tambang emas Kali Meyof, Kampung Jim (Meyes) Distrik Catubouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Provinsi Papua Barat, Jumat (16/05/2025) malam pukul 21.00 WIT.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Banjir Bandang yang disebabkan oleh intensitas hujan tinggi tersebut, menerjang tenda para penambang dan menyebabkan 1 orang MD, 4 orang luka-luka, dan 19 orang masih dinyatakan hilang. (redaksi).










