Hanya Mujizat: Pengakuan Korban Selamat Banjir Bandang Pegunungan Arfak.

Monday, 19 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban Selamat Banjir Bandang Pegunungan Arfak Jumat itu (16/05/2025)/ Foto: Istimewa

Korban Selamat Banjir Bandang Pegunungan Arfak Jumat itu (16/05/2025)/ Foto: Istimewa

MANOKWARI, newsline.id –  Om Kalek salah satu korban Selamat Banjir Bandang Pegunungan Arfak menyampaikan kisahnya selamat dari banjir demikian. “ Jumat itu (16/05/2025) memang dari siang kan hujan to..itu kali kecil yang torang pake buat ambil air minum deng masak, jadi torang  yanda(tidak) ada firasat  banjir besar begitu, jadi satu hari sebelum malam itu, torang (kami)  rencana mo balik pulang,  jadi torang so manyimpang baju, karena mobil(hilux) nanti subuh-subuh so mo sampe,(datang jempuat) jadi tong so  mo turun, mo pulang. Jadi jam 9 malam itu tong dengar, so batariak-batariak, banjir-banjir, kita kira cuma banjir aer naik bagitu,”

“ Kita dapat dengar gemuruh, memang ini pasti longsor jadi kita langsung lompat, kita langsung lari  panic, karena lari panic kita kena kayu besi, dan langsung jatuh tertimbun di dalam lumpur dan langsung terseret, hanya mengharapkan mujizat Tuhan…ini mungkin teguran atas salah dosa yang sudah kita buat ” ungkap Om Kalek.

Banjir Bandang yang terjadi di kawasan Kali Meyof, menyebabkan 1 orang MD, 4 orang luka-luka, dan 19 orang masih dinyatakan hilang./ Foto: Humas Polda Pabar

Di beritakan Banjir Bandang  terjadi di kawasan tambang emas Kali Meyof, Kampung Jim (Meyes) Distrik Catubouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Provinsi Papua Barat, Jumat (16/05/2025) malam pukul 21.00 WIT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banjir Bandang yang disebabkan oleh intensitas hujan tinggi tersebut, menerjang tenda para penambang  dan menyebabkan 1 orang MD, 4 orang luka-luka, dan 19 orang masih dinyatakan hilang. (redaksi).

Berita Terkait

Tolak Kontraktor Lokal Kerjakan Rumah Bantuan BP Tangguh, Warga Distrik Weriagar: Kualitas Buruk.
Tuding Keluarga Terlibat Kematian Yanto Idoorway, Akun Facebook Hizki Kia Dipolisikan.
Apel Konsolidasi dan Evaluasi, Dinas Perhubungan Teluk Bintuni Perkuat Komitmen Pelayanan
DWP PUPR Teluk Bintuni Kunjungi Rutan, Berbagi Kasih dengan Warga Binaan
Dekat Dengan Rakyat, Murah Senyum, dan Jejak Kerja Nyata: Sosok Yohanis Manibuy, Bupati Teluk Bintuni
Kekerasan S*ksual Korban Anak Marak di Bintuni, Ningsih: “Negara Harus Hadir”
Kasus Yanto Idoorway “Berlarut, ” Polda Papua Barat, di minta Segera Kejar P-21
Bina Karakter Pemuda Bintuni, Yayasan Phapeda Gelar Youth Camp
Berita ini 356 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 4 November 2026 - 21:39

Tolak Kontraktor Lokal Kerjakan Rumah Bantuan BP Tangguh, Warga Distrik Weriagar: Kualitas Buruk.

Wednesday, 4 November 2026 - 20:04

Tuding Keluarga Terlibat Kematian Yanto Idoorway, Akun Facebook Hizki Kia Dipolisikan.

Wednesday, 4 November 2026 - 18:39

Apel Konsolidasi dan Evaluasi, Dinas Perhubungan Teluk Bintuni Perkuat Komitmen Pelayanan

Tuesday, 3 November 2026 - 18:41

DWP PUPR Teluk Bintuni Kunjungi Rutan, Berbagi Kasih dengan Warga Binaan

Monday, 2 November 2026 - 09:11

Dekat Dengan Rakyat, Murah Senyum, dan Jejak Kerja Nyata: Sosok Yohanis Manibuy, Bupati Teluk Bintuni

Berita Terbaru