BINTUNI, newsline.id – Beberapa Sekolah di Kabupaten Teluk Bintuni, yaitu SD YPPK Sibena dan SMA Negeri 1 Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni hingga enam bulan berjalan, belum menikmati Program Nasional Pemerintah, Makan Bergizi Gratis(MBG).
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Teluk Bintuni, Ibu Dorkas Ndun, di ruang kerjanya, Rabu, (14/01/2025) menyampaikan, sejak pencanangan Makan Bergizi Gratis, oleh Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, Agustus 2025, hingga saat ini, Sekolahnya sama sekali belum mendapat Pelayanan Makan Bergizi Gratis tersebut, menurutnya tidak ada informasi resmi atau kunjungan petugas SPPG terkait Pelayanan Makan Bergizi Gratis.
“ kami juga ingin mendapatkan hal yang sama seperti di rasakan oleh sekolah lain, karena jujur saja ada beberapa anak yang bertanya-tanya, Ibu kenapa kami tidak dapat MBG, kurang tahu.” Katanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ibu Guru Dorkas mengharapkan kedepan sekolahnya dengan jumlah siswa sebanyak 759, bisa di ikut sertakan sebagai penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) Program Nasional Pemerintah tersebut.

Hal senada juga disampaikan kepala sekolah SD YPPK Sibena, Ibu Antonela Nafurbenan. Nafurbenan mengatakan bahwa dirinya bersama pihak sekolah SD YPPK Sibena belum sama sekali menerima Pelayanan Makan Bergizi Gratis.
“ belum ada yang datang ke sekolah ini, jadi akhirnya kami semua jadi buta, kami tinggal tunggu saja mungkin ada yang datang sampaikan apa, makanan gratis ini kah.” Ungkap Ibu Antonela.
Ditambahkan SD YPPK Sibena memiliki sekira 275 siswa, yang mayoritas adalah anak asli Papua.
Berbeda dengan sekolah sebelumnya, MBG pada SMP Terpadu Teluk Bintuni, berjalan dengan baik. Sebanyak 470 Ompreng di kirim ke sekolah tersebut mulai dari hari Senin sampai hari Jumat, untuk melayani kebutuhan Gizi 470 siswa.
Kepala Sekola SMP Terpadu Bintuni, Nurhayati menyampaikan Pelayanan MBG oleh SPPG Teluk Bintuni Timur 1 dirasakan sangat baik selama ini, sangat kooperatif dengan pihak sekolah, dan menerima saran pendapat, mulai dari pelayanan kepada anak-anak yang mengalami alergi bahan makanan tertentu, hingga jenis menu yang di minta, sebisa mungkin di penuhi oleh pihak SPPG.
“ enam bulan ini (MBG) sangat bermanfaat sekali untuk Nutrisi anak-anak kami, ada anak kami yang tidak sarapan dari rumah, tapi dengan adanya menu MBG sangat membantu mereka sekali, pola makannya terjaga, sehingga mereka tidak banyak jajan, jadi ada penghematan.” Kata Kepsek.
Untuk kasus akibat makanan MBG, Nurhayati bilang selama ini di sekolahnya, tidak atau belum ada laporan dari siswa, semua masih baik-baik saja.
Ibu Guru Nurhayati mengharapkan agar pihak SPPG tetap menjaga mutu atau kwalitas menu Makanan Gratis (MBG) yang telah disajikan selama ini, dan sedikit evaluasi yakni lebih memperhatikan ketepatan waktu pendistribusiannya kedepannya.

Sementara itu ketika di konfirmasi, Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Teluk Bintuni, Shella Yuniar Ramah, mengatakan memang dari awal belum dilayani pemberian Makanan Gratis kepada beberapa sekolah di daerah Kilo, hal ini disebabkan oleh Fasilitas dan Kapasitas yang tidak memadai, selain itu juga jumlah penerima manfaatnya pada sekolah-sekolah tersebut cukup banyak, dan dapur SPPG tidak mampu melayaninya, olehnya itu pihak SPPG saat ini sedang menyiapkan dapur baru yang lebih memadai, sehingga pelayanan MBG kepada semua penerima manfaat akan dapat dilayani selanjutnya.
Ditambahkan total keseluruhan penerima manfaat MBG adalah sebanyak lebih dari 9000-an (Sembilan ribu) sementara yang mampu dilayani hanya baru sekira 3000-an (tiga ribu), dan juga untuk saat ini di bulan Januari hanya ada dua SPPG yang beroperasi yaitu SPPG Tofoi dan SPPG Teluk Bintuni Timur 1.
“ belum maksimalnya pelayanan MBG ini karena kita masih terkendala kurangnya ahli gizi dan staf akuntan serta keterbatasan jumlah SPPG, memang ada beberapa SPPG yang sudah dibangun namun belum terferivikasi pusat karena masih tahap persiapan,’ kata Shella.
Shella berharap dengan ketersediaan SPPG yang baru maka beberapa sekolah serta penerima manfaat lainnya diantaranya juga Ibu Menyusui, Ibu Hamil, dan Balita dapat terlayani dan program ini dapat bermanfaat dengan baik bagi penerima manfaat sebagai program Nasional.
Program Makan Bergizi Gratis(MBG) secara Nasional resmi di luncurkan pada 6 Januari 2025 lalu, Sementara di Kabupaten Teluk Bintuni, Program MBG resmi berjalan sejak Agustus 2025, yang di buka oleh Bupati Yohanis Manibuy, SPPG Bintuni Timur 1 yang berada di Kampung Lama dan di kelola Yayasan Manbers Kasih Sejahtera.
Program ini bertujuan meningkatkan Gizi masyarakat khususnya bagi kelompokk prioritas yang tercantum dalam Pepres 83 tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional.(*).
Penulis : Ichal Davin
Editor : Redaksi Papua










