Konflik Batas Tanah Adat Suku Sumuri: Ketua Marga Kamisopa Minta Bupati Teluk Bintuni Turun Tangan.

Thursday, 24 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BINTUNI, newsline.id  – Konflik batas wilayah, tanah adat antara Marga Kamisopa dan Marga Fossa di wilayah Dusun Sagu, sekitaran Kali Susui, Distrik Sumuri, Kabupaten Teluk Bintuni, mendapat perhatian serius dari para tokoh adat dan masyarakat hukum adat Suku Sumuri.

Sengketa lahan ini berkaitan dengan konservasi atas pemanfaatan tanah ulayat dari pihak perusahaan, PT Layar Nusantara Gas.

Ketua Marga Kamisopa, Agustinus Kamisopa kedamaian agar kedua pihak tetap menjaga situasi tetap aman dan tertib (kamtibmas) tidak mudah terprovokasi oleh informasi palsu (hoax) atau upaya propaganda yang dapat memecah perpecahan persatuan dan kesatuan masyarakat adat setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu pembohong yang beredar. Persoalan ini sedang diupayakan penyelesaiannya secara damai. Mari kita jaga kamtibmas demi kepentingan bersama,” ujar Agustinus Kamisopa, Rabu (23/7/2025).

Agustinus berharap, proses penyelesaian gangguan bisa berjalan secara musyawarah dan kekeluargaan tanpa harus menimbulkan gejolak sosial yang dapat mencederai keharmonisan antar marga di Distrik Sumuri maupun di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni secara umum.

“Kami tidak ingin masalah ini berdampak luas dan menghambat proses penyelesaian dari perusahaan kepada seluruh marga yang berhak. Oleh karena itu, penting agar semua pihak menahan diri dan menyelesaikan penyelesaian ke jalur yang tepat,” tambahnya.

Ia juga secara khusus meminta agar Pemerintah Daerah, dalam hal ini Bupati Teluk Bintuni dan Forkopimda, segera turun tangan untuk memediasi dan mencari solusi terbaik atas penyelesaian tersebut. Menurutnya, keterlibatan pemerintah sangat krusial demi mencegah meluasnya potensi konflik horizontal di tengah masyarakat.

“Kami atas nama keluarga besar Marga Kamisopa meminta Bupati dan unsur Forkopimda untuk mengambil langkah cepat. Jangan sampai masalah ini dibiarkan berlarut-larut,” pungkas Agustinus. (Redaksi)

Berita Terkait

Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni, dari Bintuni untuk Papua.REKTOR: Kepercayaan Harus Dijaga.
Lakalantas Tikungan Nusantara 1 Terpadu, 2 dari 4 Korban alami P*tah Tulang.
Yasman Yasir; Konektifitas Wilayah Pengaruhi Harga Barang, Kita Minta Bandara Bintuni Segera di Realisasi.
Tujuh Kampung di Distrik Kaitaro Alami Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih; Roy Masyewi; “Ini sudah Kronis, warga terpaksa gunakan air Laut.”
HUT ke-71 SATLANTAS POLRI, Polres Teluk Bintuni Lakukan Berbagai Giat Pelayanan Masyarakat.
Peringatan HARHUBNAS ke-55 Tahun, Kadin; Pacu Insan DISHUB Teluk Bintuni, Bekerja Keras: Yasman Yasir; Bandara Besar Segera di Realisasi.
Kebakaran Lahan di Tisay, Kasat Samapta: Di Duga Sisa Pembakaran Sampah Warga.
437 Mahasiswa Baru Unimutu Angkatan Kedua, Siap Jalani Masa Ta’aruf; Bupati Buka dengan Resmi.
Berita ini 409 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 21 September 2026 - 13:49

Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni, dari Bintuni untuk Papua.REKTOR: Kepercayaan Harus Dijaga.

Sunday, 20 September 2026 - 22:02

Lakalantas Tikungan Nusantara 1 Terpadu, 2 dari 4 Korban alami P*tah Tulang.

Friday, 18 September 2026 - 22:35

Yasman Yasir; Konektifitas Wilayah Pengaruhi Harga Barang, Kita Minta Bandara Bintuni Segera di Realisasi.

Friday, 18 September 2026 - 18:44

Tujuh Kampung di Distrik Kaitaro Alami Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih; Roy Masyewi; “Ini sudah Kronis, warga terpaksa gunakan air Laut.”

Friday, 18 September 2026 - 09:19

HUT ke-71 SATLANTAS POLRI, Polres Teluk Bintuni Lakukan Berbagai Giat Pelayanan Masyarakat.

Berita Terbaru