TELUK BINTUNI, newsline.id – Dinas Pembedayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Teluk Bintuni(DPMK) berkesempatan melakukan Bimbingan Teknis Sistim Keuangan Kampung (Siskeudes 2025), kepada 115 Operator Kampung, Bimtek dilaksanakan di Bintuni, Rabu, (21/05/2025).
BIMTEK akan berlangsung dari tanggal 21 sampai 22 Mei 2025, yang akan di bagi dalam 3 kelompok belajar atau kelas yang masing-masing kelompok terdiri dari kurang lebih 28 peserta belajar.
Kepala Bidang Administrasi DPMK Kabupaten Teluk Bintuni, Agus Wiratno mewakili Kepala Dinas DPMK membuka Bimtek tersebut dengan memukul Tifa sebanyak tujuh kali.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam Sambutan Pembukaan, Agus Wiratno menyampaikan selama ini yang terjadi adalah hanya ABPK saja yang berbasis online, disamping keterlambatan mensinkronkan data dengan server, sehingga setiap laporan tidak bisa di kirim data basenya ke pusat, dan pusat tidak bisa menerima data dari Kampung/ Desa, keterlambatan dalam sinkron data, ini menyebabkan permasalahan keuangan di Kampung/ Desa menjadi sering terlambat, sehingga pusat memperoleh data dari OMSPAN (Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara) aplikasi milik Kementerian Keuangan.
“ jadi kita mengundang bapak/ibu operator kampong untuk sama-sama belajar menginput data, karena besok sudah bulan juni, sudah wajib pengajuan ADD tahap 2, tapi sekarang ADD posisinya di Dinas Keuangan, jadi sebelum ada laporan, mereka(Dinas) tidak akan bisa mencairkan Siltap ADD tahap 2, maka itu kita harus percepat , kita sama-sama belajar, yang kurang segera di lengkapi..kita tidak boleh terlambat ” kata Kabid.

Ditambahkan sesuai Permendagri nomor 20 Tahun 2028, Tentang Keuangan Desa, dimana kita kini berada di Era kemajuan Globalisasi, maka Perangkat desa/kampong harus dapat menyesuaikan diri dengan Sistim dan situasi serta keadaan yang serba Online, karena Pemerintah Pusat juga menginginkan pelaporan Siskeudes dapat berbasis online dan tepat waktu.
“ data tahun 2024 memang sudah di singkronkan, tapi sekarang kita di minta sinkronkan data base nya, penatausahaan…yang tahun lalu semua sudah cair, jadi data basenya harus di singkronkan, dan kita akan mengirimkan ke Kemendagri, untuk mereka melihat APBK dan Penatausahaannya cocok ka tidak? Sesuai ka tidak? Dengan yang di Kemendagri“ ibuhnya.
Harapannya dengan Bimbingan Teknis ini, para operator kampong dapat membuat pelaporan pembukuan dana kampung yang optimal, sehinga data belanja dana kampung dapat di pantau secara Nasional.
Untuk itu Kabid Administrasi DPMK, mengharapkan kerjasama para operator kampong untuk mengikut pelatihan secara baik, mengisi Siskeudesnya, mengeksport data 2024, agar data Kabupaten Teluk Bintuni bisa terbaca. Lebih lanjut dalam pelatihan yang akan berlangsung selama kurang lebih dua hari kedepan, 115 operator kampng dapat menjadikan kesempatan ini sebagai pembelajaran teknis penatausahaan sistim keuangan kampong/desa, sehingga dapat membuat pelaporan Siskeudes secara baik dan tepat waktu, sesuai harapan Pemerintah Pusat dan juga untuk kepentingan Pemerintahan Daerah dan Pemerintahan Kampung. (Ichal).










