Mengenal Lima Pahlawan Nasional, Pejuang Kemerdekaan Indonesia di atas Tanah Papua.

Sunday, 9 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TOKOH, newsline.id  – Jasa Para Pahlawan Perjuangan dari Tanah Papua untuk Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, menjadi sebuah sejarah yang tak dapat terpisahkan dan tak dapat terlupakan, Sejarah akan selalu menjadi pengingat jati diri bangsa dan dari mana kita berasal. berikut adalah paparan singkat sejarah perjuangan dan identitas para Pujangga Perjuangan Kemerdekaan Indonesia dari Tanah Papua.

Frans Kaisiepo
  1. Frans Kaisiepo: (10 Oktober 1921 – 10 April 1979) Terkenal sebagai pencetus pemberontakan rakyat Biak melawan penjajahan Belanda. Bersama Marthen Indey dan Silas Papare, ia mengibarkan bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya pada 31 Agustus 1945.

Frans adalah seorang politikus Papua dan nasionalis Indonesia. Ia menjabat sebagai Gubernur Provinsi Papua keempat. Pada tahun 1993, Kaisiepo secara anumerta dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia atas usahanya seumur hidup untuk menyatukan Irian Barat dengan Indonesia. Sebagai wakil provinsi Papua, ia terlibat dalam Konferensi Malino, di mana pembentukan Republik Indonesia Serikat dibahas.Namanya kini diabadikan sebagai nama Bandar Udara Frans Kaisiepo di Biak dan potretnya ada di uang rupiah Rp10.000.

Silas Papare
  1. Silas Papare: Merupakan salah satu tokoh yang gigih memperjuangkan pengembalian Irian Barat ke Republik Indonesia. Bersama Frans Kaisiepo, ia ikut mengibarkan bendera Merah Putih di Biak.

Silas Papare (18 Desember 1918 – 7 Maret 1978) adalah seorang pejuang penyatuan Irian Jaya (Papua) ke dalam wilayah Indonesia. Ia adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Namanya diabadikan menjadi salah satu Kapal Perang Korvet kelas Parchim TNI AL KRI Silas Papare dengan nomor lambung 386, dan juga namanya diabadikan menjadi nama Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara di SentaniJayapura menjadi Lanud Silas Papare Jayapura. Selain itu didirikan Monumen Silas Papare di dekat pantai dan pelabuhan laut Serui. Sementara di Jayapura, namanya diabadikan sebagai nama Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Politik (STISIPOL) Silas Papare, yang berada di Jalan Diponegoro dan Pangkalan TNI AU Silas Papare, Sedangkan di kota Nabire, nama Silas Papare dikenang dalam wujud nama jalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Marthen Indey
  1. Marthen Indey: Seorang anggota TNI yang pertama kali mengenal nasionalisme saat bertugas di Tanah Merah, Papua. Ia berani melawan Belanda dan memperjuangkan agar Papua menjadi bagian dari Indonesia. Ditetapkan sebagai pahlawan nasional bersama Frans Kaisiepo dan Silas Papare pada tahun 1993.

Mayor TNI Marthen Indey (16 Maret 1912 – 17 Juli 1986) merupakan putra Papua yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai pahlawan Nasional Indonesia berdasar SK Presiden No.077 /TK/ 1993 tertanggal 14 September 1993 bersama dengan dua putra Papua lainnya yaitu Frans Kaisiepo dan Silas Papare.

Marthen Indey memahami nasionalisme ketika ia ditugaskan di Tanah Merah (Digul). Kelompok Marthen Indey menyiapkan pemberontakan melawan Belanda di Irian Barat (sekarang Papua) pada akhir Desember 1945. Kemudian, Marthen menjadi anggota Komite Indonesia Merdeka pada bulan Oktober 1946. Pada tahun 1962, Marthen Indey merumuskan kekuatan gerilya dan membantu menyelamatkan anggota RPKAD di Irian Barat selama Operasi Trikora.

Marthen Indey berangkat ke New York sebagai delegasi Indonesia pada bulan Desember 1962. Karier Marthen menanjak ketika ia dipilih sebagai anggota MPRS mewakili Irian Jaya pada tahun 1963–1968. Marthen Indey juga menjabat sebagai mayor tituler dan kontrolir yang diperbantukan di Residen Jayapura. Marthen Indey wafat pada tanggal 17 Juli 1986.

Johannes Abraham Dimara
  1. Johannes Abraham Dimara: Terlahir dengan nama Arabel di Biak Utara. Pernah ditangkap dan dibuang ke Digul oleh tentara Belanda pada tahun 1954 karena dianggap memperjuangkan pembebasan Irian Barat.Ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tahun 2010.

Pada tahun 1946, ia ikut serta dalam Pengibaran Bendera Merah Putih di Namlea, pulau Buru. Ia turut memperjuangkan pengembalian wilayah Irian Barat ke tangan Republik Indonesia. Pada tahun 1950, ia diangkat menjadi Ketua OPI (Organisasi Pembebasan Irian Barat). Ia pun menjadi anggota TNI dan melakukan infiltrasi pada tahun 1954 yang menyebabkan ia ditangkap oleh tentara Kerajaan Belanda dan dibuang ke Digul, hingga akhhinya dibebaskan tahun 1960.

Mayor TNI Johannes Abraham Dimara (16 April 1916 – 20 Oktober 2000) adalah salah satu Pahlawan Nasional Indonesia yang berasal dari Papua. Saat ini nama Johannes Abraham Dimara diabadikan menjadi nama Pangkalan Udara TNI AU yang berada di Merauke tepatnya pada tanggal 24 September 2018.

Machmud Singgirei Rumagesan
  1. Machmud Singgirei Rumagesan: Dikenal sebagai Raja Sekar di Fakfak yang menentang penjajahan Belanda sejak lama. Memimpin Gerakan Tjendrawasih Revolusioner Irian Barat (GTRIB) pada tahun 1953. Ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tahun 2020.

Machmud Singgirei Rumagesan (27 Desember 1885 – 5 Juli 1964) adalah seorang pejuang asal Papua, dan merupakan seorang Raja di Kerajaan Sekar, salah satu petuanan di Semenanjung Onin yang bergelar Raja al-Alam Ugar Pik-Pik Sekar. Ia juga dikenal dengan julukan “Jago Tua dari Irian Barat”.

Dalam rangka melawan Belanda, ia mendirikan Gerakan Tjendrawasih Revolusioner Irian Barat (GTRIB). Pada tanggal 10 November 2020, ia diangkat menjadi Pahlawan Nasional oleh Presiden Indonesia Joko Widodo. (Wikipedia + berbagai Sumber)

 

 

Berita Terkait

Turnamen Biliard Dandim Cup 2026, Resmi di Mulai, Perebutkan Total Hadiah Rp.425 Juta.
Resmi Dilantik, Pengurus PWI Teluk Bintuni 2026-2029, Bupati Anisto: Jurnalistik Profesional.
Rapat Pesparani IV Provinsi Papua Barat, Ketua Umum Joko Lingara: Harus Sukses.
Bupati Anisto Resmi Lantik 5 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemda Teluk Bintuni Hari Ini.
Yohanis Manibuy Hadiri Raker Bupati se-Provinsi Papua Barat: Sejumlah Prioritas Pembanguan disampaikan, termasuk PI 10% Genting Oil
Renungan Ibadah Jumat Agung 2026, Gereja St. Yohanis Bintuni: Susu di Balas Tuba
Jelang Kick-Off Sebyar Cup 2026, Kosepa Harap Tim Segera Kembalikan Formulir.
Jemaat GKI Via Dolorosa Bintuni Teguhkan Puluhan Anggota Sidi Baru
Berita ini 237 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 31 May 2026 - 19:15

Turnamen Biliard Dandim Cup 2026, Resmi di Mulai, Perebutkan Total Hadiah Rp.425 Juta.

Wednesday, 20 May 2026 - 19:15

Resmi Dilantik, Pengurus PWI Teluk Bintuni 2026-2029, Bupati Anisto: Jurnalistik Profesional.

Tuesday, 12 May 2026 - 08:19

Rapat Pesparani IV Provinsi Papua Barat, Ketua Umum Joko Lingara: Harus Sukses.

Friday, 17 April 2026 - 20:02

Bupati Anisto Resmi Lantik 5 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemda Teluk Bintuni Hari Ini.

Friday, 3 April 2026 - 19:20

Renungan Ibadah Jumat Agung 2026, Gereja St. Yohanis Bintuni: Susu di Balas Tuba

Berita Terbaru