BINTUNI, papua.newline.id – Panti Asuhan Muhammadiyah Bintuni, yang berlokasi di Jalan Poros Argosigemerai Bintuni-Manokwari, telah menjadi tempat pembinaan bagi generasi muda sejak di dirikan pada tahun 1963. Di bawah kepemimpinan Ustaz Harianto Mumuan, S.Pd., M.Si., serta didukung oleh pengasuh lainnya, panti asuhan ini telah mencetak banyak santri berprestasi dalam bidang keagamaan, akademik, dan olahraga.
Sebagai lembaga yang berkomit mendalam membina santri berakhlak dan berkompetensi, Panti Asuhan Muhammadiyah Bintuni menawarkan berbagai pembelajaran, seperti tilawah, qira’ahsab’ah, kepemimpinan dalam shalat, seni bela diri Tapak Suci, hingga terapi ruqyah dan bekam. Tak hanya itu, santri panti ini telah mengharumkan nama daerah dengan prestasi membanggakan, termasuk juara MTQ tingkat kabupaten dan provinsi, juara lomba membaca berita di RRI Bintuni, hingga kejuaraan dalam cabang olah raga seperti pencaksilat dan panahan.
Dalam rangka mempererat silaturahmi serta memberikan motivasi kepada para santri, Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas (P2TIM) Teluk Bintuni bersama Petrotekno menggelar acara buka puasa bersama di panti asuhan tersebut Sabtu (22 Maret 2025). Acara ini tidak hanya di isi dengan pelantunan ayat suci Al-Qur’an dan berbagai kegiatan islami, tetapi juga menjadi momentum untuk menginspirasi santri dalam meniti masa depan mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu kisah inspiratif yang disorot dalam acara ini adalah perjalanan Asrianto Nabi, seorang alumni panti yang berhasil meraih impian berkarier di industry migas setelah mengikuti pelatihan di P2TIM. Asrianto, yang merupakan lulusan angkatan ke-15 jurusan Scaffolding, kini bekerja di LNG Tangguh—sebuah perusahaan migas terkemuka di Indonesia. Kisah sukses ini memberikan motivasi bagi santri lainnya untuk mengejar impian mereka melalui jalur pendidikan dan pelatihan keterampilan.
Dalam sambutannya, Ustaz Busran, S.Pd.I., M.Pd., Gr., selaku pengasuh panti, menyampaikan tiga harapan besar bagi P2TIM dan Petrotekno. Pertama, agar silaturahmi antara Panti Asuhan Muhammadiyah Bintuni dan Petrotekno dapat terus terjalin. Kedua, ia berharap semakin banyak santri panti yang dapat mengikuti pelatihan di Petrotekno dan berkesempatan bekerja di industry migas. Ketiga, ia mendoakan agar seluruh pegawai Petrotekno, dari manajer hingga karyawan, selalu diberikan kesehatan dan perlindungan dalam menjalankan tugasnya.
Para santri pun merasa sangat terinspirasi dan bersemangat setelah menerima kunjungan dari P2TIM dan Petrotekno. Banyak di antara mereka yang menyatakan ketertarikannya untuk mengikuti jejak Asrianto Nabi dan berkarier di industry migas.
Acara ini merupakan bentuk dukungan dari P2TIM dan Petrotekno dalam memajukan pengembangan keterampilan generasi muda, khususnya bagi anak-anak asli Papua Muslim. Kedepannya, diharapkan kolaborasi ini terus berlanjut demi menciptakan lebih banyak sumberdaya manusia yang unggul dan siap bersaing di dunia industri. (Anjie/Istimewa)










