Riwayat Hidup Uskup Emeritus Petrus Turang, ternyata Ayahnya Seorang Hindu India.

Monday, 7 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: (istimewa)

Foto: (istimewa)

KUPANG NTT, papua.newsline.id – Mgr.Petrus Turang Lahir di Tataaran Tomohon Manado 23 Februari 1947, Ayahnya beragama Hindu India bernama G Relwani dan Ibunya bernama Yakomina Turang seorang Katolik.

  • Pendidikan:

Tahun 1955 Pertus Turang di catat menamatkan pendidikan dasar di SDK Katolik Tataran Tomohon Manado. Tahun 1962 ia lulus Smp Seminari Menengah Kakaskasen Tomohon. Tahun 1967 Petrus Turang lulus Sma Seminari Kakaskasen Tomohon.

Pada 1968 sampai 1974 Petrus Turang menjalani pendidikan Imam di Sekolah Tinggi Ilmu Filsafat Seminari Pineleng dan lulus sebagai Sarjana Teologi dan Filsafat. Pada 1975 Petrus Turang melanjutkan pendidikan hingga mendapatkan gelar Lisensiat pada Fakultas Ilmu Sosial di Universitas Kepausan Gregorian Roma.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Karya Pengabdian:

Turang ditahbiskan menjadi Imam Diosesan pada Keuskupan Manado pada tanggal 18 Desember 1974. Tahun 1975 menjadi Pastor rekan di Gereja Katedral Manado 1943. Pada tahun 1979 hingga 1984, ia menjalankan perutusan ganda, yakni sebagai Delegatus Sosial Keuskupan Manado dan juga sebagai pengajar Ilmu Sosial di Seminari Tinggi Pineleng Manado.

Ia menjabat sebagai sekretaris Komisi Pembangunan Ekonomi dan Sosial Indonesia pada KWI sejak tahun 1984 hingga 1996. Ia kemudian ditunjuk sebagai Direktur Nasional Karya Kepausan Indonesia pada tahun 1994 hingga 1997.

  • Menjadi Uskup Agung:

Pada tanggal 21 April 1997, Turang diangkat Petrus Turang diangkat Bapak Suci Paus Yohanes Paulus II menjadi Uskup Agung Koajutor Keuskupan Agung Kupang menggantikan Uskup Agung saat itu, Mgr. Gregorius Manteiro, yang kesehatannya sedang buruk.

Pada tanggal 27 Juli 1997, Turang ditahbiskan sebagai uskup di Arena Promosi Hasil Kerajinan Tangan Rakyat NTT, Kelurahan Fatululi Kecamatan Kelapa Lima, Kupang.

Uskup Agung Jakarta Kardinal Julius Darmaatmaja, S.J bertindak sebagai Penahbis Utama, dengan didampingi oleh Pro-Nucio Apostolik untuk Indonesia yang bergelar Uskup Agung Tituler Bellicastrum, Pietro Sambi dan Uskup Agung Kupang saat itu, Gregorius Manteiro, S.V.D.

Mgr. Petrus Turang  kemudian secara resmi menggantikan Manteiro setelah Manteiro meninggal pada tanggal 10 Oktober 1997. Mgr. Petrus Turang menjadi Uskup di Keuskupan Agung Kupang sejak 10 Oktober 1997 hinga tahun 2024.

Uskup Keuskupan Agung Kupang di bawah pimpinan Mgr. Petrus Turang mengambil Motto: Petransiit benefaciendo yang berarti Ia berkeliling sambil berbuat baik (Kisah Para Rasul. 10 38)

Turang menjadi Penahbis Pendamping bagi Mgr. Alberto Ricardo da Silva sebagai Uskup Keuskupan Dili pada 2 Mei 2004 dan bagi Mgr. Dominikus Saku sebagai Uskup Atambua pada 21 September 2007.

Pada 9 Maret 2024, Turang mengumumkan penunjukkan Mgr. Hironimus Pakaeoni sebagai Uskup Agung Kupang yang baru.  Bersama dengan Dominikus Saku (Uskup Atambua), Turang menjadi Uskup Penahbis Pendamping dalam tahbisan episkopal bagi Mgr. Roni pada tanggal 9 Mei 2024. Nuncio Apostolik untuk Indonesia Piero Pioppo yang bertindak sebagai Uskup Penahbis Utama dalam Penahbisan tersebut.

  • Hari-Hari Senja Bapak Uskup:

Turang telah berjuang melawan masalah kesehatan selama bertahun-tahun, khususnya penyakit jantung. Sebelum pensiun sebagai uskup agung, ia telah menjalani prosedur medis, termasuk pemasangan tiga stent untuk mengatasi kondisi jantungnya.

Pada awal Januari 2025, kesehatan Turang mulai menurun, yang menyebabkannya sering dirawat di rumah sakit. Karena kondisinya semakin memburuk, ia dirujuk ke Rumah Sakit Pondok Indah di Jakarta pada bulan Maret untuk perawatan lebih lanjut. Selama sebulan, kondisinya semakin parah karena komplikasi yang memengaruhi jantung, paru-paru, dan ginjalnya. Meskipun menerima obat perawatan insentif kesehatannya terus memburuk.

Pada pagi hari tanggal 4 April 2025, Turang meninggal dunia dan jenazahnya disemayamkan sementara di Katedral Jakarta. Presiden Republik Indonesia dan bebrapa petinggi negara turut dalam memberikan ungkapan belasungkawa.  Jenazah Alarhum Mgr. Petrus Turang kemudian dibawa ke Kupang pada tanggal 5 April 2025 dan di semayamkan di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang untuk upacara terakhir dan dimakamkan pada selasa 08 April 2025 .

Penulis: Ichal -Sumber:  Wikipedia – Youtube Keuskupan Agung Kupang/ Penyunting Teks & Gambar : Redaksi

 

 

Berita Terkait

Aksi Bersenjata KKB-OPM Meningkat, Pasca Kopitua Heluka Kabur dari Lapas Wamena.
Total 28 Orang yang Ditangkap Satgas Damai Cartenz 2026, Sembilan merupakan Jaringan KKB, jadi Tersangka.
Bupati Anisto Pungut Sampah !! Pasar Sentral Teluk Bintuni: Pencanangan Hari Sampah Nasional 2026.
Pasca Penembakan Pilot dan Co-Pilot, 11 Bandara/Lapter di Papua di Hentikan Tanpa Batas Waktu.
Hari Pers Nasional 2026, Mensesneg: Pers Menjadi Pilar Kemajuan Bangsa.
Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy dan Wakil Bupati Joko Lingara Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul Bogor.
SKK MIGAS Raih GOLD RANK Pada ASRRAT 2025.
10 Tokoh Bangsa, terima Gelar Pahlawan Nasional Hari ini, termasuk mantan Presiden Soeharto dan Gusdur.
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 23 February 2026 - 07:52

Aksi Bersenjata KKB-OPM Meningkat, Pasca Kopitua Heluka Kabur dari Lapas Wamena.

Monday, 23 February 2026 - 07:02

Total 28 Orang yang Ditangkap Satgas Damai Cartenz 2026, Sembilan merupakan Jaringan KKB, jadi Tersangka.

Thursday, 19 February 2026 - 15:04

Bupati Anisto Pungut Sampah !! Pasar Sentral Teluk Bintuni: Pencanangan Hari Sampah Nasional 2026.

Tuesday, 17 February 2026 - 14:06

Pasca Penembakan Pilot dan Co-Pilot, 11 Bandara/Lapter di Papua di Hentikan Tanpa Batas Waktu.

Monday, 9 February 2026 - 20:51

Hari Pers Nasional 2026, Mensesneg: Pers Menjadi Pilar Kemajuan Bangsa.

Berita Terbaru