Satgas Polres Pegaf, Basarnas, dan TNI Cari Korban Banjir Bandang di Kabupaten Pegaf Papua Barat.

Sunday, 18 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satgas Polres Pegaf, Basarnas, dan TNI Cari Korban Banjir Bandang Kampung Jim (Meyes) Distrik Catubouw Kabupaten Pegaf Papua Barat.

Satgas Polres Pegaf, Basarnas, dan TNI Cari Korban Banjir Bandang Kampung Jim (Meyes) Distrik Catubouw Kabupaten Pegaf Papua Barat.

PEGUNUNGAN ARFAK, newsline.id – Sebanyak 35 personil gabungan dari Polres Pegunungan Arfak Basarnas dan TNI dikerahkan dalam pencarian korban pasca terjadinya bencana banjir bandang yang terjadi di kawasan Kali Meyof, Kampung Jim (Meyes) Distrik Catubouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Provinsi Papua Barat, Jumat malam, (16/5) pukul 21.00 WIT.

Satgas Pencarian di pimpin Kapolres Pegunungan Arfak Kompol Bernadus Okoka. Dalam Apel Kapolres melakukan pengecekan langsung kesiapan tim dalam tugas pencarian korban banjir.

“Saya tekankan kepada seluruh anggota dan tim gabungan untuk tetap waspada dan berhati-hati, terutama dengan kondisi medan yang labil dan cuaca yang tidak menentu. Perhatikan betul body system, jangan bekerja sendiri, selalu saling pantau satu sama lain, dan utamakan keselamatan” ujar kapolres Pegaf.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dilaporkan Banjir Bandang yang disebabkan oleh intensitas hujan tinggi, arus menerjang tenda dan menyebabkan 1 orang MD, 4 orang luka-luka, dan 19 orang masih dinyatakan hilang.

Fretsman Unas (33) korban selamat menyebutkan,  pada hari jumat tanggal 16 Mei 2025, mereka melakukan aktifitas sejak Pukul 09.00 WIT,  sekitar pukul 13.00 WIT hujan mulai turun dan semakin deras hingga pukul 17.00 WIT. Pada sekitar pukul 21.00 WIT terdengar suara gemuruh, air sungai mulai naik dan keruh, kemudian dengan sangat cepat banjir menerjang tenda yang menyebabkan semua yang ada di dalamnya terseret arus.

Banjir Bandang yang terjadi di kawasan Kali Meyof, menyebabkan 1 orang MD, 4 orang luka-luka, dan 19 orang masih dinyatakan hilang.

1 orang yang MD masih berada di TKP, dan diduga bernama Harun Maidodga (22) Warga Distrik Masni Kab. Manokwari, sementara korban selamat 4 orang lainnya, telah mendapatkan perawatan di Puskesmas Masni Kabupaten Manokwari.

Pencarian korban akan dilakukan di lokasi hanyut dengan waktu tempuh sekitar 4 jam melalui jalur darat dan  dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju TKP.

Sementara itu Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom.,  menyampaikan turut prihatin atas musibah yang menimpa masyarakat di Kampung Jim, dirinya berharap masyarakat ikut terlibat dan turut membantu proses evakuasi, dirinya mengharapkan agar masyarakat di bantaran sungai di kampong Jim distrik Catubow selalu waspada dan berhati-hati.

“ masyarakat di dekat aliran sungai, mesti berhati-hati mengingat belakangan ini, curah hujan mengalami intensitas tinggi, dan itu yang bisa mengakibatkan terjadinya banjir bandang” jelas Benny.

“Kami juga mengapresiasi sinergi semua pihak yang telah turun ke lapangan membantu proses mengevakuasi serta menyalurkan bantuan kepada para korban. Semoga upaya ini membuahkan hasil maksimal.” tutupnya. (Ichal).

Berita Terkait

Kabut Asap Selimuti Teluk Bintuni, dr. Novita; Resiko Gangguan Pernafasan (ISPA) berikut Pencegahannya.
Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni, dari Bintuni untuk Papua.REKTOR: Kepercayaan Harus Dijaga.
Lakalantas Tikungan Nusantara 1 Terpadu, 2 dari 4 Korban alami P*tah Tulang.
Yasman Yasir; Konektifitas Wilayah Pengaruhi Harga Barang, Kita Minta Bandara Bintuni Segera di Realisasi.
Tujuh Kampung di Distrik Kaitaro Alami Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih; Roy Masyewi; “Ini sudah Kronis, warga terpaksa gunakan air Laut.”
HUT ke-71 SATLANTAS POLRI, Polres Teluk Bintuni Lakukan Berbagai Giat Pelayanan Masyarakat.
Peringatan HARHUBNAS ke-55 Tahun, Kadin; Pacu Insan DISHUB Teluk Bintuni, Bekerja Keras: Yasman Yasir; Bandara Besar Segera di Realisasi.
Kebakaran Lahan di Tisay, Kasat Samapta: Di Duga Sisa Pembakaran Sampah Warga.
Berita ini 210 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 21 September 2026 - 15:31

Kabut Asap Selimuti Teluk Bintuni, dr. Novita; Resiko Gangguan Pernafasan (ISPA) berikut Pencegahannya.

Monday, 21 September 2026 - 13:49

Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni, dari Bintuni untuk Papua.REKTOR: Kepercayaan Harus Dijaga.

Sunday, 20 September 2026 - 22:02

Lakalantas Tikungan Nusantara 1 Terpadu, 2 dari 4 Korban alami P*tah Tulang.

Friday, 18 September 2026 - 22:35

Yasman Yasir; Konektifitas Wilayah Pengaruhi Harga Barang, Kita Minta Bandara Bintuni Segera di Realisasi.

Friday, 18 September 2026 - 18:44

Tujuh Kampung di Distrik Kaitaro Alami Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih; Roy Masyewi; “Ini sudah Kronis, warga terpaksa gunakan air Laut.”

Berita Terbaru