Kunker Ke Mapolres Teluk Bintuni, Kapolda Papua Barat, Tatap Muka dengan Ratusan Pengungsi Konflik Moskona dan Serahkan 350 Paket Tali Asih.

Saturday, 21 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol. Alfred Papare , menyerahkan 350 Paket Tali Asih kepada pengungsi Konflik Moskona/ Foto: Humpol

Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol. Alfred Papare , menyerahkan 350 Paket Tali Asih kepada pengungsi Konflik Moskona/ Foto: Humpol

BINTUNI, newsline.id – Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol. Alfred Papare, beserta rombongan bersama Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), Judson Ferdinandus Waprak, melakukan Kunjungan Kerja di  Mapolres Teluk Bintuni. Jumat, (20/02/2026).

Kehadiran Kapolda di sambut dengan Jajar Hormat oleh Kapolres Teluk Bintuni, AKBP. Hari Sutanto, dan Jajaran Polres Teluk Bintuni, Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy beserta Forkopimda, Kepala Distrik Moskona Barat, Moskona Utara, dan Moskona Utara Jauh.

Kapolda selanjutnya melakukan tatap muka dialogis bersama ratusan Pengungsi akibat konflik di Moskona yang terdiri dari anak, perempuan, orang dewasa, dan orang tua, di aula Mapolres Teluk Bintuni,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya Bupati Yohanis Manibuy memberikan Apresiasi atas kehadiran Kapolda Papua Barat di Mapolres Teluk Bintuni untuk melihat langsung situasi dan kamtibmas Kabupaten Teluk Bintuni.  Bupati melaporkan bahwa terdapat Isu Kamtibmas dan penegakan hokum yang terjadi di beerapa daerah di Kabupaten Teluk Bintuni yakni di Moskona Utara, dan Moskona Utara Jauh, yang membuat masyarakat di daerah tersebut mencari keamanan dan menjadi pengungsi di kota Bintuni.

Foto; Pemberian Paket Tali Asih Kapolda Papua BArat kepada Pengungsi Konflik Moskona/ Foto: Humpol.

“ Bapak Kapolda dapat memberikan arahan sekaligus bisa menyapa keluarga besar Moskona Barat, Moskona Utara, dan Moskona Utara Jauh dan bisa mendengarkan aspirasi , apa yang menjadi isi hati.” Kata Bupati.

Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol. Alfred Papare bilang keberadaan aparat Keamanan TNI POLRI di tiga Distrik di Moskona disebabkan karena adanya kelompok yang berseberangan yang memiliki kekuatan besar,memiliki senjata seperti TNI POLRI, Aparat di tempatkan untuk menjamin kemananan masyarakat di sana, sebab tidak mungkin masyarakat yang melawan mereka.

Dalam sesion dialogis dengan para pengungsi, pengungsi meminta aparat TNI POLRI di tarik dari wilayah tersebut, pasalnya masyarakat menilai kehadiran Aparat Militer TNI dan POLRI membuat  Konflik antara TNI POLRI dan  kelompok bersebrangan akan tetap terus berlanjut, dan hal tersebutlah yang membuat Para Pengungsi enggan dan takut kembali kerumah mereka.

“ hari ini juga saya bisa tarik pasukan, tidak apa-apa, karena saya memilih masyarakat merasa nyaman saja, masyarakat mau pulang nyaman saya terimakasih. Kata Kapolda.

Kapolda meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Moskona yang menjadi korban tindakan anggota TNI maupun POLRI, Kapolda juga bilang akan juga melaporkan dan berdiskusi terkait kondisi yang telah di sampaikan masyarakat kepadanya kepada Pangdam XVIII/ Kasuari.

Kapolda mengharapkan agar para tokoh masyarakat Moskona yang ada, dapat mendampingi masyarakat pengungsi untuk pulang ke kampung masing-masing, dan tanpa pengawalan aparat TNI dan POLRI sesuai permintaan masyarakat sendiri.

“ saya harap setelah ini saudara-saudara semua bisa kembali ke kampung masing-masing dan saya berjanji akan menjamin keamanan dan keselamatan saudara-saudara semua setelah kejadian konflik kemarin.” Tambahnya.(dikutip dari gardapapua.com).

Acara di akhiri dengan pemberian Tali Asih, sebanyak 350 paket Sembako yang diserahkan oleh Kapolda Papua Barat, Bupati Teluk Bintuni, dan Ketua MRPB, kepada para Pengungsi yang diterima para Kepala Distrik mewakili para pengungsi. (*)

Berita Terkait

Kabut Asap Selimuti Teluk Bintuni, dr. Novita; Resiko Gangguan Pernafasan (ISPA) berikut Pencegahannya.
Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni, dari Bintuni untuk Papua.REKTOR: Kepercayaan Harus Dijaga.
Lakalantas Tikungan Nusantara 1 Terpadu, 2 dari 4 Korban alami P*tah Tulang.
Yasman Yasir; Konektifitas Wilayah Pengaruhi Harga Barang, Kita Minta Bandara Bintuni Segera di Realisasi.
Tujuh Kampung di Distrik Kaitaro Alami Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih; Roy Masyewi; “Ini sudah Kronis, warga terpaksa gunakan air Laut.”
HUT ke-71 SATLANTAS POLRI, Polres Teluk Bintuni Lakukan Berbagai Giat Pelayanan Masyarakat.
Peringatan HARHUBNAS ke-55 Tahun, Kadin; Pacu Insan DISHUB Teluk Bintuni, Bekerja Keras: Yasman Yasir; Bandara Besar Segera di Realisasi.
Kebakaran Lahan di Tisay, Kasat Samapta: Di Duga Sisa Pembakaran Sampah Warga.
Berita ini 89 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 21 September 2026 - 15:31

Kabut Asap Selimuti Teluk Bintuni, dr. Novita; Resiko Gangguan Pernafasan (ISPA) berikut Pencegahannya.

Monday, 21 September 2026 - 13:49

Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni, dari Bintuni untuk Papua.REKTOR: Kepercayaan Harus Dijaga.

Sunday, 20 September 2026 - 22:02

Lakalantas Tikungan Nusantara 1 Terpadu, 2 dari 4 Korban alami P*tah Tulang.

Friday, 18 September 2026 - 22:35

Yasman Yasir; Konektifitas Wilayah Pengaruhi Harga Barang, Kita Minta Bandara Bintuni Segera di Realisasi.

Friday, 18 September 2026 - 18:44

Tujuh Kampung di Distrik Kaitaro Alami Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih; Roy Masyewi; “Ini sudah Kronis, warga terpaksa gunakan air Laut.”

Berita Terbaru