BINTUNI, newsline.id – Pengungsi Distrik Moskona Barat, Moskona Utara, dan Moskona Utara Jauh, yang berada di Kota Kabupaten Bintuni, meminta Kapolda Papua Barat, Brigjen. Alfred Papare, agar aparat Keamanan yang berada di ketiga daerah tersebut di tarik. Hal tersebut disampaikan pada acara Pemberian Tali Asih Kapolda Papua Barat Kepada Para Pengungsi Moskona, di Aula Polres Teluk Bintuni, Jumat,(20/02/2026)
Para pengungsi menilai kehadiran Aparat Militer TNI dan POLRI membuat konflik antara TNI POLRI dan KKB akan terus berlanjut, dan hal tersebutlah yang membuat Para Pengungsi enggan dan takut kembali ke rumah mereka, bila aparat TNI POLRI masih tetap berada di tempatkan di daerah tersebut.
“ Bisa di Tarik Aparat dari Distrik Moskona Utara, kami atas nama pemerintah dan masyarakat distrik, sangat mendukung, sangat bersyukur dan berterima kasih, harapan kami harus jadi dan lebih cepat dalam bulan ini atau bulan depan.” Kata Kadis Moskona Utara
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Distrik Moskona Utara, Daniel Orocomna mengatakan Para Pengungsi Masyarakat dari ketiga Distrik yang mengungsi di Bituni Ibukota kabupaten Teluk Bintuni, telah mengeluhkan keberadaan nasib mereka di tempat pengungsian, pasalnya sejak konflik terjadi di daerah mereka, sejak oktober tahun lalu, para pengungsi Bintuni, nasib mereka terkatung-katung tanpa jaminan hidup yang pasti, di kota oleh karena itu masyarakat meminta agar aparat TNI POLRI segera ditarik dari Moskona Utara, Moskona Utara Jauh, dan Moskona Barat, sehingga masyarakat Pengungsi dapat kembali ke rumah kampung mereka.

Menanggappi tuntutan Para Pengungsi terkait Penariokan Aparat TNI POLRI, Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol. Alfred Papare, mengatakan keberadaan Aparat Keamanan di tiga Distrik di Moskona disebabkan karena adanya kelompok yang berseberangan yang memiliki kekuatan besar, seperti TNI POLRI.
“ hari ini juga saya bisa menarik pasukan, tapi kalau nanti ada apa-apa, itu yang saya bilang jangan salahkan kami. Jadi karena dorang su bicara dengan saya langsung sebagai Kapolda saya akan menindaklanjuti itu.” Kata Kapolda.
Kapolda mengharapkan agar para tokoh masyarakat Moskona yang ada, mendampingi masyarakat pengungsi untuk pulang ke kampung masing-masing, tanpa pengawalan aparat TNI dan POLRI sesuai permintaan masyarakat sendiri.
“Kalau bapak ibu persoalkan Aparat di sana, kenapa bapak ibu dong ada di sini? Bapak ibu mengungsi ke kota karena konflik kitong punya aparat dengan kitong punya masyarakat yang bersebrangan ? atau ada hal lain? ini renungan saja untuk kita.” Pungkas Kapolda.










