BINTUNI, newsline.id – Kunjungan Komandan (Komando Resor Militer ) Korem 182/Jasira Onim, Letkol Inf. Irwan Budiana, ke wilayah (Komando Distrik Militer) Kodim 1806/ Teluk Bintuni disambut Komandan Kodim 1806/TB, Letkol Inf. Yan M. Doli Simanjuntak ,dengan momentum ibadah Buka Puasa bersama, yang melibatkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Teluk Bintuni, dan Keluarga prajurit keluarga Besar Kodim 1806/ Teluk Bintuni, serta Ibu-Ibu Persit Candrakirana Kodim 1808/TB, di Aula Kodim 1806/TB Kamis(12/03/2026) Petang.
Dalam arahannya, Komandan Korem 182/Jasira Onim, Letkol Inf. Irwan Budiana mengemukakan bahwa selain sebagai ibadah kegiatan buka puasan bersama ini menjadi sarana menjalin keakraban, dan kekeluargaan bersama. Danrem bilang situasi global perang Iran Israel memberikan dampak global yang secara tidak langsung memaksa kita untuk ikut memantau perkembangnnya, melalui berbagai berita yang beredar di media maenstrim maupun media social. Danrem menekankan agar masyarakat lebih bijaksana memilih berita sehingga tidak sampai terjebak dengan berita yang tidak benar atau hoaks.
“ Ikuti saja berita poros Nasional yang bisa kita pegang kebenarannya.” Kata Danrem.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Danrem manyampaikan ungkapan terimakasih juga kepada rekan-rekan wartawan dan komunitas lainnya yang telah turut menjaga kondisifitas stabilitas keamanan serta mengawal kebijakan program-program Pemerintah. Kalau disana sini mungkin ada kekurangan Danrem mengajak agar kita mengambil andil pada bagian yang meluruskan.
“ bagian yang memberikan bukti nyata, bagian yang tidak memperkeruh situasi dan keadaan” ibuhnya.
Ketika ditanya terkait instruksi Panglima TNI, terkait Siaga Satu kepada seluruh jajaran Militer, Danrem mengatakan Siaga Satu itu lebih pada kesiapan unsur militer baik personil maupun materiil untuk menghadapi situasi dinamika yang bisa terjadi setiap saat,
“ Bagi kami kalangan militer siaga satu itu hal yang biasa, Setiap saat memang jiwa kami harus bisa terpanggil untuk tugas Negara.” Ujar Danrem.
Danrem menambahkan bahwa siaga satu tersebut bukan merupakan perintah akibat perang di timur tengah, tetapi ada pertimbanga-pertimbangan lain pucuk pimpinan yang digambarkan kebawah sebagai titik tertinggi militer untuk mencurahkan kesiapan personil dan materiil militer untuk pengabdian.(*)
Penulis : Ichal Davin
Editor : Redaksi










