Kabut Asap Selimuti Teluk Bintuni, dr. Novita; Resiko Gangguan Pernafasan (ISPA) berikut Pencegahannya.

Monday, 21 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUK BINTUNI, newsline.id – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa titik di Kabupaten Teluk Bintuni, mulai tampak menyelimuti daerah Kota Bintuni selama beberapa hari terakhir, meski berada di radius kurang dari satu kilometer, kabut yang terlihat sepanjang jalur pusat kota Bintuni hingga ke SP dan mulai menghalangi pemandangan pengendara kendaraan bermotor. Kabut asap ini dapat terlihat sepanjang hari, dengan intensitas lebih pekat terjadi pada pagi dan sore hari.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Teluk Bintuni dr. Novita Panggau yang di hubungi via WA, Senin, (21/09/2026), mengatakan gangguan asap ini sebaiknya tidak dianggap sepele sekalipun belum di rasakan akibatnya, menurutnya, kabut asap mengandung partikel halus dan gas berbahaya seperti karbon monoksida. Partikel ini berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke saluran napas dan bahkan ke aliran darah.

“ dampaknya dari karbon monoksida ini tidak berhenti di paru-paru. Paparan asap dapat memicu peradangan di seluruh tubuh dan memengaruhi jantung serta pembuluh darah.” Katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“warga kami imbauw untuk meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah pencegahan, terutama kelompok yang berisiko tinggi.” Ibuhnya.

Sebagai direktur yang juga adalah dokter spesialis penyakit dalam pada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Teluk Bintuni  dr. Novita Panggau menjelaskan Paparan kabut asap dapat menimbulkan:

* Gangguan saluran napas: infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan sesak napas. Pada penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), asap dapat memicu serangan atau memperburuk penyakit.

Foto: Kabut Asap tipis menyelimuti langit Kota Bintuni sepanjang hari, dengan intensitas pekat pada pagi dan sore hari, Kabut asap terlihat sepanjang jalur Kota hingga SP

* Iritasi mata dan kulit: mata perih, merah, dan berair, serta kulit gatal atau kemerahan.

* Gangguan jantung dan pembuluh darah: paparan partikel halus dapat meningkatkan risiko tekanan darah tidak terkontrol, serangan jantung, dan stroke, terutama pada penderita hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes.

* Memburuknya penyakit kronis lain, termasuk diabetes melitus dan penyakit ginjal kronik, karena tubuh mengalami stres akibat peradangan.

“ Kelompok yang paling rentan adalah bayi dan anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit paru, jantung, hipertensi, diabetes, dan ginjal kronik. Pengendara dan warga yang beraktivitas lama di luar ruangan di jalur kota Bintuni hingga SP juga berisiko lebih tinggi.” Ungkapnya.

Untuk itu sang dokter mengimbau agar masyarakat melakukan tindakan pencegahan diantaranya;

* Membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama pada pagi dan malam hari saat asap cenderung pekat. Tunda kegiatan fisik berat di luar rumah.

* Menggunakan masker yang tepat. Masker kain tidak cukup menyaring partikel halus. Gunakan masker medis yang dipasang rapat menutupi hidung dan mulut.

* Berhati-hati saat berkendara di jalur kota–SP Bintuni. Kurangi kecepatan, nyalakan lampu, jaga jarak aman, dan gunakan kacamata pelindung karena jarak pandang menurun.

* Menjaga kualitas udara di dalam rumah. Tutup pintu dan jendela saat asap tebal, dan hindari menyalakan obat nyamuk bakar, merokok, atau membakar sampah di dalam maupun sekitar rumah.

* Memperbanyak minum air putih dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk menjaga daya tahan tubuh.

* Melanjutkan obat rutin bagi penderita hipertensi, diabetes, jantung, asma, dan PPOK. Penderita asma dianjurkan selalu membawa inhaler.

* Merawat mata dan wajah. Bila mata terasa perih, bilas dengan air bersih mengalir dan jangan dikucek.

* Tidak membakar hutan, lahan, maupun sampah, karena hal ini menambah beban asap dan membahayakan kesehatan bersama.

Foto; Damkar sedang melakukan pemadaman lahan di daerah Tisay SP5

Masyarakat diminta segera datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Faskes terdekat bila mengalami:

* sesak napas yang berat atau tidak membaik dengan obat biasa;

* nyeri atau rasa tertekan di dada;

* batuk berkepanjangan, disertai demam tinggi atau dahak berdarah;

* pusing hebat, lemah pada satu sisi tubuh, bicara pelo, atau penurunan kesadaran;

* bayi atau anak dengan napas cepat, rewel berlebihan, atau sulit menyusu.

“ Jangan menunggu gejala memburuk. Bagi yang memiliki penyakit kronis, segera konsultasikan kondisi Anda kepada dokter.” Pungkasnya.

Berita Terkait

Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni, dari Bintuni untuk Papua.REKTOR: Kepercayaan Harus Dijaga.
Lakalantas Tikungan Nusantara 1 Terpadu, 2 dari 4 Korban alami P*tah Tulang.
Yasman Yasir; Konektifitas Wilayah Pengaruhi Harga Barang, Kita Minta Bandara Bintuni Segera di Realisasi.
Tujuh Kampung di Distrik Kaitaro Alami Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih; Roy Masyewi; “Ini sudah Kronis, warga terpaksa gunakan air Laut.”
HUT ke-71 SATLANTAS POLRI, Polres Teluk Bintuni Lakukan Berbagai Giat Pelayanan Masyarakat.
Peringatan HARHUBNAS ke-55 Tahun, Kadin; Pacu Insan DISHUB Teluk Bintuni, Bekerja Keras: Yasman Yasir; Bandara Besar Segera di Realisasi.
Kebakaran Lahan di Tisay, Kasat Samapta: Di Duga Sisa Pembakaran Sampah Warga.
437 Mahasiswa Baru Unimutu Angkatan Kedua, Siap Jalani Masa Ta’aruf; Bupati Buka dengan Resmi.
Berita ini 115 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 21 September 2026 - 15:31

Kabut Asap Selimuti Teluk Bintuni, dr. Novita; Resiko Gangguan Pernafasan (ISPA) berikut Pencegahannya.

Monday, 21 September 2026 - 13:49

Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni, dari Bintuni untuk Papua.REKTOR: Kepercayaan Harus Dijaga.

Sunday, 20 September 2026 - 22:02

Lakalantas Tikungan Nusantara 1 Terpadu, 2 dari 4 Korban alami P*tah Tulang.

Friday, 18 September 2026 - 22:35

Yasman Yasir; Konektifitas Wilayah Pengaruhi Harga Barang, Kita Minta Bandara Bintuni Segera di Realisasi.

Friday, 18 September 2026 - 18:44

Tujuh Kampung di Distrik Kaitaro Alami Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih; Roy Masyewi; “Ini sudah Kronis, warga terpaksa gunakan air Laut.”

Berita Terbaru