TELUK BINTUNI, newsline.id – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa titik di Kabupaten Teluk Bintuni, mulai tampak menyelimuti daerah Kota Bintuni selama beberapa hari terakhir, meski berada di radius kurang dari satu kilometer, kabut yang terlihat sepanjang jalur pusat kota Bintuni hingga ke SP dan mulai menghalangi pemandangan pengendara kendaraan bermotor. Kabut asap ini dapat terlihat sepanjang hari, dengan intensitas lebih pekat terjadi pada pagi dan sore hari.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Teluk Bintuni dr. Novita Panggau yang di hubungi via WA, Senin, (21/09/2026), mengatakan gangguan asap ini sebaiknya tidak dianggap sepele sekalipun belum di rasakan akibatnya, menurutnya, kabut asap mengandung partikel halus dan gas berbahaya seperti karbon monoksida. Partikel ini berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke saluran napas dan bahkan ke aliran darah.
“ dampaknya dari karbon monoksida ini tidak berhenti di paru-paru. Paparan asap dapat memicu peradangan di seluruh tubuh dan memengaruhi jantung serta pembuluh darah.” Katanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“warga kami imbauw untuk meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah pencegahan, terutama kelompok yang berisiko tinggi.” Ibuhnya.
Sebagai direktur yang juga adalah dokter spesialis penyakit dalam pada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Teluk Bintuni dr. Novita Panggau menjelaskan Paparan kabut asap dapat menimbulkan:
* Gangguan saluran napas: infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan sesak napas. Pada penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), asap dapat memicu serangan atau memperburuk penyakit.

* Iritasi mata dan kulit: mata perih, merah, dan berair, serta kulit gatal atau kemerahan.
* Gangguan jantung dan pembuluh darah: paparan partikel halus dapat meningkatkan risiko tekanan darah tidak terkontrol, serangan jantung, dan stroke, terutama pada penderita hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes.
* Memburuknya penyakit kronis lain, termasuk diabetes melitus dan penyakit ginjal kronik, karena tubuh mengalami stres akibat peradangan.
“ Kelompok yang paling rentan adalah bayi dan anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit paru, jantung, hipertensi, diabetes, dan ginjal kronik. Pengendara dan warga yang beraktivitas lama di luar ruangan di jalur kota Bintuni hingga SP juga berisiko lebih tinggi.” Ungkapnya.
Untuk itu sang dokter mengimbau agar masyarakat melakukan tindakan pencegahan diantaranya;
* Membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama pada pagi dan malam hari saat asap cenderung pekat. Tunda kegiatan fisik berat di luar rumah.
* Menggunakan masker yang tepat. Masker kain tidak cukup menyaring partikel halus. Gunakan masker medis yang dipasang rapat menutupi hidung dan mulut.
* Berhati-hati saat berkendara di jalur kota–SP Bintuni. Kurangi kecepatan, nyalakan lampu, jaga jarak aman, dan gunakan kacamata pelindung karena jarak pandang menurun.
* Menjaga kualitas udara di dalam rumah. Tutup pintu dan jendela saat asap tebal, dan hindari menyalakan obat nyamuk bakar, merokok, atau membakar sampah di dalam maupun sekitar rumah.
* Memperbanyak minum air putih dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk menjaga daya tahan tubuh.
* Melanjutkan obat rutin bagi penderita hipertensi, diabetes, jantung, asma, dan PPOK. Penderita asma dianjurkan selalu membawa inhaler.
* Merawat mata dan wajah. Bila mata terasa perih, bilas dengan air bersih mengalir dan jangan dikucek.
* Tidak membakar hutan, lahan, maupun sampah, karena hal ini menambah beban asap dan membahayakan kesehatan bersama.

Masyarakat diminta segera datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Faskes terdekat bila mengalami:
* sesak napas yang berat atau tidak membaik dengan obat biasa;
* nyeri atau rasa tertekan di dada;
* batuk berkepanjangan, disertai demam tinggi atau dahak berdarah;
* pusing hebat, lemah pada satu sisi tubuh, bicara pelo, atau penurunan kesadaran;
* bayi atau anak dengan napas cepat, rewel berlebihan, atau sulit menyusu.
“ Jangan menunggu gejala memburuk. Bagi yang memiliki penyakit kronis, segera konsultasikan kondisi Anda kepada dokter.” Pungkasnya.










