Bupati Teluk Bintuni: Focus Group Discussion’ Perlindungan Hak Ulayat Adat Orang Asli Papua di dalam Investasi.

Tuesday, 10 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Sekretaris Daerah, I.B.  Putu Suratna  Sambutan Bupati Teluk Bintuni

Plt. Sekretaris Daerah, I.B. Putu Suratna Sambutan Bupati Teluk Bintuni

BINTUNI, newsline.id – Focus Group Discussion yang di laksanakan  di Kabupaten Teluk Bintuni atas Kolaborasi antara Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Daerah(DPD) RI Dapil Papua Barat, Majelis Rakyat Papua (MRPB), Sekolah tinggi Ilmu Hukum(STIH) Manokwari dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Manokwari Koordinator Provinsi Papua Barat. Berlangsung dalam seminar sehari dengan Tema: “Peran Masyarakat Hukum Adat dalam Investasi Berkeadilan dan Berkelanjutan, guna mendukung Visi Misi Provinsi Papua Barat “ , berlangsung di salah Satu Hotel, Senin, (09/03/2026).

Seminar di mulai sekira pukul.09.00 WIT dan dibuka secara resmi oleh Bupati Teluk Bintuni, yang diwakilkan Plt. Sekda I.B. Putu Suratna. Meghadirkan beberapa Narasumber yang berkompeten di bidangnya antara lain,  Ketua Komisi III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, Kepala Balai Perhutanan Sosial PB, Dr. Susan Trida Salosa, Ketua Fraksi Otsus DPRP PB, Agustinus Orocomna,  Ketua ISEI, Dr. Victor Rumere, dan Plt. Kepala Bappelitbangda Teluk Bintuni, Rifaldhi Kwando.

Dalam Sambutan Bupati Teluk Bintuni, yang di bacakan Plt. Sekretaris Daerah, I.B.  Putu Suratna menyampaikan  Kegiatan Seminar ini merupakan langkah penting dalam membuka ruang diskusi yang konstruktif antara Pemerintah, Akademisi, Pelaku Usaha, Mitra Pembangunan, dan Masyarakat Hukum Adat dalam merumuskan model investasi yang berkeadilan dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“ Secara khusus, saya juga berharap seminar ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan peran masyarakat hukum adat di Kabupaten Teluk Bintuni, baik dalam aspek perlindungan hak-hak ulayat, peningkatan kapasitas masyarakat, maupun dalam keterlibatan yang lebih bermakna dalam proses pembangunan daerah.” Kata Bupati.

Ditambahkan Masyarakat harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam proses perencanaan pembangunan, dalam dialog investasi, serta dalam pengambilan keputusan yang menyangkut masa depan wilayah adat mereka. Komitmen ini kiranya dapat menjawab visi pembangunan daerah yaitu “Teluk Bintuni SERASI menuju Papua Barat yang Aman, Mandiri, Sejahtera, dan Bermartabat.”

 Sementara itu dalam laporan ketua Panitia Efert Wanma, mengatakan tujuan di laksanakan Focus Group Discussion atau seminar ini adalah untuk merumuskan kebijakan yang aplikatif dalam rangka mewujudkan model menghormati hak masyarakat hokum adat, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta menjamin keberlanjutan lingkungan hidup di Propinsi Papua Barat dan Kabupaten Teluk Bintuni.

“ Kegiatan diskusi ilmiah ini tidak hanya berorientasi pada perputaran gagasan tetapi juga pembentukan arah kebijakan yang kongkrit dan terukur.” Kata Efert.

Ditambahkan Forum ini menjadi langkah yang strategis dalam memastikan bahwa investasi di Provinsi Papua Barat dan di Kabupaten Teluk Bintuni, selarasa dengan tujuan pembangunan Daerah, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat martabat masyarakat hukum adat, serta menjaga keberlanjutan sumber daya alam sebagi warisan Budaya Adat.

Turut hadir Pj. Sekda Teluk Bintuni, Masyarakat Adat Tujuh Suku Teluk Bintuni, Dewan Adat Papua, Akademisi, Mahasiswa, BP Tangguh, Tokoh Masyarakat, Agama, dan Perwakilan BUMN, BUMD, BUMS, Yayasan, LSM, elemen masyarakat lainnya serta tamu undangan.(*)

Penulis : Ichal Davin

Editor : Redaksi Papua

Berita Terkait

Kabut Asap Selimuti Teluk Bintuni, dr. Novita; Resiko Gangguan Pernafasan (ISPA) berikut Pencegahannya.
Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni, dari Bintuni untuk Papua.REKTOR: Kepercayaan Harus Dijaga.
Lakalantas Tikungan Nusantara 1 Terpadu, 2 dari 4 Korban alami P*tah Tulang.
Yasman Yasir; Konektifitas Wilayah Pengaruhi Harga Barang, Kita Minta Bandara Bintuni Segera di Realisasi.
Tujuh Kampung di Distrik Kaitaro Alami Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih; Roy Masyewi; “Ini sudah Kronis, warga terpaksa gunakan air Laut.”
HUT ke-71 SATLANTAS POLRI, Polres Teluk Bintuni Lakukan Berbagai Giat Pelayanan Masyarakat.
Peringatan HARHUBNAS ke-55 Tahun, Kadin; Pacu Insan DISHUB Teluk Bintuni, Bekerja Keras: Yasman Yasir; Bandara Besar Segera di Realisasi.
Kebakaran Lahan di Tisay, Kasat Samapta: Di Duga Sisa Pembakaran Sampah Warga.
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 21 September 2026 - 15:31

Kabut Asap Selimuti Teluk Bintuni, dr. Novita; Resiko Gangguan Pernafasan (ISPA) berikut Pencegahannya.

Monday, 21 September 2026 - 13:49

Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni, dari Bintuni untuk Papua.REKTOR: Kepercayaan Harus Dijaga.

Sunday, 20 September 2026 - 22:02

Lakalantas Tikungan Nusantara 1 Terpadu, 2 dari 4 Korban alami P*tah Tulang.

Friday, 18 September 2026 - 22:35

Yasman Yasir; Konektifitas Wilayah Pengaruhi Harga Barang, Kita Minta Bandara Bintuni Segera di Realisasi.

Friday, 18 September 2026 - 18:44

Tujuh Kampung di Distrik Kaitaro Alami Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih; Roy Masyewi; “Ini sudah Kronis, warga terpaksa gunakan air Laut.”

Berita Terbaru