BINTUNI, newsline.id – Menjawab desakan Para Guru yang akan melakukan Aksi Mogok mengajar bila gaji mereka belum juga terbayarkan, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Teluk Bintuni, Hendry D. Kapuangan memberikan keterangn keterlambatan gaji para pegawai negeri sipil dan tenaga honorer di lingkup Dikbudpora.
Kepada Wartwan di ruang kerjanya Kamis, (05/03/2026) Kapuangan mengatakan Keterlambatan pembayaran gaji guru PNS maupun PPPK bulan Februari 2026, dikarenakan adanya salah pengiputan pada Dinas Dikbudpora Kabupaten Teluk Bintuni, untuk itu Kepala Dinas menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rekan-rekan kerja, Dinas Dikbudpora yang berada di pesisir, pegunungan, dan dataran.
“ ini akan menjadi bahan koreksi, ini akan menjadi bahan evaluasi secara menyeluruh agar kedepan tidak terjadi lagi hal seperti ini yang akan menggangu aktifitas pendidikan di Kabupaten Teluk Bintuni.” Kata Kadin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kadin menambahkan keterlambatan ini bukanlah hal yang di sengaja, Kadin meminta agar rencana mogok kerja para guru dan tenaga pendidikan dari pegunungan, pesisir, maupun dataran, untuk tidak dilakukan, karena akan merugikan proses-proses pelaksanaan pendidikan yang ada di Kabupaten Teluk Bintuni.
“ Setelah kami berkoordinasi dengan BPKAD, kami mendapatkan informasi bahwa, hari Senin atau Selasa besok, tanggal 9 tanggal 10, itu akan segera di lakukan pembayaran gaji.” Imbuhnya.

Kadin bilang gaji yang akan dibayarkan adalah gaji selama dua bulan yakni bulan Februari dan Maret, selaku kepala dinas, dirinya menyampaikan akan bertanggungjawab penuh atas keterlambatan pembayar gaji tersebut.
Sementara itu Kepala Badan Pengelolahan Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD) Kabupaten Teluk Bintuni, Laras Nuryani bilang bahwa permasalahan pembayaran gaji di Dikbudpora Kabupaten Teluk Bintuni, telah dilakukan perbaikan secara administrasi sehingga pada minggu depan, hari senin atau selasa sudah di pastikan gaji para guru dan PPPK semuanya bisa terbayar.
“ Saya berfikir cintailah anak-anak kita, yang masih bersekolah jangan sampai mereka menjadi korban atas pemogokan para guru.” Kata Laras.
“ Diharapkan para guru tetap semangat bekerja dan sambil menunggu minggu depan untuk pembayaran hak-haknya.” Pungkasnya. (*).
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi Papua










