JAYAPURA, newsline.id – Dalam rangka pelaksanaan Operasi Rasaka Cartenz 2025, Subsatgas Si-Ipar Polres Jayapura menggelar kegiatan sambang dan edukasi kepada masyarakat di Kompleks Bahtera Hebron, Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura. Selasa (15/04/2025) Sore.
Dengan menyasar anak-anak sebagai bagian dari program pendekatan humanis Polri di Papua.
Giat dipimpin langsung oleh AKP Yonias Purwanto selaku Kasubsatgas Si-Ipar, kegiatan ini melibatkan personel dari Satgas Si-Ipar dan Satgas Banops Polres Jayapura, antara lain IPTU Yuliani Tecuari, Brigpol Hartati, Briptu Nicky Thobias Kayukatui, Bripda Evelin Murni Awes, IPDA Sunardi, serta Briptu Iswan Novian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan diawali dengan konsolidasi di posko Satgas Si-Ipar, dilanjutkan dengan kunjungan ke lokasi. Sesampainya di Kompleks Bahtera Hebron, tim disambut hangat oleh warga.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan doa bersama, dilanjutkan dengan sesi pengenalan huruf-huruf A sampai Z yang dibawakan oleh IPTU Yuliani Tecuari. Anak-anak tampak antusias mengikuti pembelajaran yang dikemas secara santai dan menyenangkan.
Selanjutnya, Brigpol Hartati melakukan pendataan terhadap anak-anak berdasarkan informasi biodata yang disediakan oleh warga setempat. Kegiatan ditutup dengan ucapan terima kasih dari AKP Yonias Purwanto atas sambutan hangat dan dukungan masyarakat terhadap program Operasi Rasaka Cartenz 2025.
Dalam keterangannya, AKP Yonias menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dasar, sekaligus memperkenalkan Satgas Si-Ipar kepada masyarakat sebagai bagian dari pendekatan persuasif dan humanis Polri di wilayah hukum Polres Jayapura.
“Kami hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat bagi masyarakat, khususnya anak-anak Papua yang menjadi harapan masa depan,” ujar AKP Yonias.
Program “Si Ipar” atau kepanjangan dari Polisi Pi Ajar yang berarti pergi mengajar. adalah Program Polri yang dipelopori oleh Binmas Noken, ini bertujuan membantu cerdaskan generasi bangsa yang berada di desa terpencil di wilayah Papua dimana kurangnya tenaga pendidik. (Redaksi-Humas Polri).










