INFO SERBA-SERBI, newsline.id – Ular Putih Papua adalah satwa endemic Papua yang ditemukan di Manokwari, oleh Lesson pada tahun 1830. Tubuhnya agak gemuk dengan ekor yang ralatif pendek. Kepala kecil tetapi dapat dibedakan dari lehernya. Matanya kecil dengan biji mata yang bulat.
Ular ini ditemukan di hutan hujan tropis yang basah, perkebunan yang lembap, sampai rawa-rawa, serta daerah dataran tinggi seperti pegunungan dapat mencapai ketinggian 1500 m. Aktivitasnya terutama dilakukan pada malam hari, sering terlihat bersembunyi di bawah dedaunan yang telah membusuk. Berkembangbiak dengan cara bertelur. Makanannya adalah katak, kadal, dan mamalia kecil. Ular ini termasuk jenis ular yang berbisa keras.
Berdasarkan survey oleh Krey pada tahun 2009, secara umum warna ular ikaheka terbagi menjadi hitam, kuning, dan coklat berdasarkan distribusinya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
- ular ikaheka dari Pulau Waigeo, Batanta, dan wilayah barat laut Semenanjung Doberai cenderung hitam
- ular ikaheka dari wilayah Semenanjung Doberailainnya berwarna kuning
- ular ikaheka dari Kepulauan Yapen di utara hingga Kepulauan Aru di selatan berwarna coklat, termasuk juga wilayah-wilayah di pulau Papua seperti Waropen, Mamberamo, Jayapura, Mimika, Jayawijaya, Mindiptana, hingga Papua Nugini.
- ular ikaheka dari wilayah barat laut Kepala Burung seperti Bintuni berwarna transisi antara coklat dan kuning.
Kepala berwarna terang sampai kelabu gelap. Bibir, leher dan dagunya kekuning-kuningan. Lehernya berwarna kuning atau krem, kadang kala ujung sisik-sisiknya berpigmen gelap. Pada bagian tengah badannya berwarna coklat kemerah-merahan dengan belang-belang sisik berwarna gelap atau kehitam-hitaman. Belang tersebut ke bagian posterior semakin gelap dan lebar hingga ujung ekornya. Bagian perutnya berwarna kuning krem dengan tepi sisik yang berwarna hitam atau coklat.
- Micropechis ikaheka, dikenal sebagai ular putih Papua, adalah salah satu ular paling berbisa di dunia yang hanya ditemukan di Papua dan pulau-pulau sekitarnya, menjadikannya spesies endemik yang sangat khas.
- Racunnya merupakan kombinasi mematikan dari neurotoksin, hemotoksin, sitotoksin, dan kardiotoksin—dan yang lebih mengkhawatirkan, hingga kini belum tersedia serum penawar spesifik yang efektif.
Meskipun berbahaya bagi manusia, ular ini memainkan peran ekologis penting sebagai pengendali populasi hewan kecil, sehingga perlu dikenali dan dihormati melalui pendekatan ilmiah dan edukatif, bukan ketakutan.(kutip:Wikipedia + Mongabay)
Penulis : Ichal Davin
Editor : Redaksi Papua










