Tim Survei Indeks Keber’Agama’an Kemenag Pusat Tiba di Teluk Bintuni, Deva: Ukuran Keberhasilan Kerukunan.

Friday, 23 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BINTUNI, newsline.id – Tim Survei Indeks Keberagamaan dari Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia tiba di Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, untuk melakukan pengukuran terhadap kehidupan keber-agama’an, toleransi, serta kerja sama antarumat beragama di daerah ini.

Tim dipimpin Deva Alfina Sebayang dari Unit Kerja Pusat Pembangunan Agama, Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama RI. turut didampingi Veny Mantol, perwakilan Kemenag Provinsi Papua Barat.

Kedatangan tim disambut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Teluk Bintuni, Hi. Nurkolis, bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Teluk Bintuni. Penyambutan berlangsung di ruang kerja FKUB pada 23 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Teluk Bintuni, Hi. Nurkolis, menjelaskan bahwa survei tersebut bertujuan mengukur indeks keber-agama’an, khususnya dalam kehidupan antarumat beragama, sikap toleransi, serta kerja sama di tengah perbedaan atau keberagaman masyarakat yang majemuk.

Menurutnya, hasil survei diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi kerukunan umat beragama di Kabupaten Teluk Bintuni sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pihak-pihak terkait.

“Enumerator atau petugas survei akan bekerja sehingga kita bisa mengetahui seberapa besar nilai indeks kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Teluk Bintuni. Mudah-mudahan Kabupaten Teluk Bintuni menjadi percontohan kehidupan kerukunan antarumat beragama di Indonesia,” kata Nurkolis.

Tim Survei Indeks Keberagamaan dari Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia tiba di Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, Foto bersama di depan kantor FKUB Bintuni

Ia juga berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat sinergi antara Kementerian Agama, FKUB, Pemerintah Daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga serta merawat kerukunan antarumat beragama.

Sementara itu, Ketua Tim Survei Indeks Keberagamaan Kemenag Pusat, Deva Alfina Sebayang, menjelaskan bahwa Provinsi Papua Barat menjadi salah satu lokus pelaksanaan survei. Pengambilan sampel dilakukan di empat Distrik di Kabupaten Teluk Bintuni dan enam Distrik di Kabupaten Manokwari.

Dalam survei tersebut, sebanyak 90 responden akan dijadikan sampel dengan latar belakang agama, budaya, pekerjaan, dan kehidupan sosial yang beragam. Deva bilang, terdapat tiga indikator utama yang menjadi fokus penilaian.

“Yang akan dinilai itu ada tiga indikator. Pertama, kerja sama antarumat beragama, kedua toleransi, dan ketiga kesetaraan atau kebersamaan,” ujar Deva.

Ia menambahkan, survei tersebut akan menggali pengalaman dan pandangan responden dalam menjalani kehidupan bersama masyarakat yang memiliki perbedaan agama maupun identitas lainnya.

Penilaian juga mencakup sikap saling menghormati, kemampuan membangun kerja sama di tengah perbedaan, serta pandangan terhadap kelompok lain sebagai pihak yang memiliki kedudukan setara dalam kehidupan bermasyarakat.

Ketika ditanya mengenai manfaat hasil survei, Deva menegaskan bahwa indeks keberagamaan memiliki arti penting karena dapat menjadi salah satu ukuran untuk mengevaluasi upaya menjaga kerukunan umat beragama.

Menurutnya, hasil survei tersebut dapat menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Kementerian Agama, FKUB, dan Pemerintah Daerah dalam memelihara kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat.

Dengan demikian, survei ini diharapkan tidak hanya menghasilkan gambaran mengenai kondisi keberagamaan masyarakat, tetapi juga menjadi dasar untuk memperkuat kebijakan dan program yang mendukung toleransi, kesetaraan, serta kerja sama antarumat beragama di Kabupaten Teluk Bintuni dan Provinsi Papua Barat.

Berita Terkait

DWP PUPR Teluk Bintuni Kunjungi Rutan, Berbagi Kasih dengan Warga Binaan
Dekat Dengan Rakyat, Murah Senyum, dan Jejak Kerja Nyata: Sosok Yohanis Manibuy, Bupati Teluk Bintuni
Kekerasan S*ksual Korban Anak Marak di Bintuni, Ningsih: “Negara Harus Hadir”
Kasus Yanto Idoorway “Berlarut, ” Polda Papua Barat, di minta Segera Kejar P-21
Bina Karakter Pemuda Bintuni, Yayasan Phapeda Gelar Youth Camp
Layanan Kesehatan “ Gereja Sehat” Puskesmas Bintuni di Gereja St. Yohanis Kilo 2.
Tiga Pemuda Ditangkap, Terduga Curanmor di Kampung Idut Bintuni, Dua Masih Pelajar
Dua Pelajar Terdakwa Pencurian Perahu di Bintuni Jalani Sidang di Pengadilan Negeri Manokwari
Berita ini 153 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 3 November 2026 - 18:41

DWP PUPR Teluk Bintuni Kunjungi Rutan, Berbagi Kasih dengan Warga Binaan

Monday, 2 November 2026 - 09:11

Dekat Dengan Rakyat, Murah Senyum, dan Jejak Kerja Nyata: Sosok Yohanis Manibuy, Bupati Teluk Bintuni

Wednesday, 28 October 2026 - 12:00

Kekerasan S*ksual Korban Anak Marak di Bintuni, Ningsih: “Negara Harus Hadir”

Tuesday, 27 October 2026 - 17:57

Kasus Yanto Idoorway “Berlarut, ” Polda Papua Barat, di minta Segera Kejar P-21

Tuesday, 27 October 2026 - 13:27

Bina Karakter Pemuda Bintuni, Yayasan Phapeda Gelar Youth Camp

Berita Terbaru

Papua Barat

Bina Karakter Pemuda Bintuni, Yayasan Phapeda Gelar Youth Camp

Tuesday, 27 Oct 2026 - 13:27