BINTUNI, newsline.id — Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62, Puskesmas Bintuni kembali menghadirkan pelayanan kesehatan di luar gedung melalui program “Gereja Sehat”. Kali ini, tim kesehatan yang terdiri atas dokter, perawat, dan kader memberikan pelayanan Posyandu ILP kepada umat Gereja Katolik St. Yohanis Bintuni, Kilo 2, Minggu (25/10/2026).
Pelayanan tersebut mencakup pemeriksaan berat badan, lingkar pinggang, tinggi badan, gula darah, kolesterol, dan asam urat, serta konsultasi dokter dan pemberian obat bagi pasien yang membutuhkan. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan edukasi kesehatan, termasuk mengenai HIV/AIDS.
Pelayanan ini dilaksanakan melalui Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup, mulai dari bayi dan balita, anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lanjut usia (lansia).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Puskesmas Bintuni, Yeremia Manibuy, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, sekaligus memperingati HKN ke-62.
“Hari ini tim kesehatan Puskesmas Bintuni melaksanakan pelayanan kesehatan melalui program Gereja Sehat bagi umat Gereja St. Yohanis Bintuni. Pelayanan ini meliputi pemeriksaan kesehatan dan edukasi tentang HIV/AIDS. Ini bagian dari memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-62,” kata Yeremia.

Sementara itu, Ketua Dewan Paroki St. Yohanis Bintuni, Pius Motombrie, menyambut baik kehadiran tim Puskesmas Bintuni yang memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada umat di lingkungan gereja.
Menurut Pius, program tersebut merupakan langkah positif dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya umat Gereja St. Yohanis Bintuni di Kilo 2, sehingga mereka dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan tanpa harus datang langsung ke fasilitas pelayanan kesehatan.
“Terima kasih kepada Kepala Puskesmas, para dokter, dan suster yang telah melayani umat kami di Gereja St. Yohanis Bintuni,” ujar Pius.
Ia berharap umat paroki dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan gratis tersebut dengan baik. Dengan demikian, berbagai potensi gangguan kesehatan dapat diketahui sejak dini dan memperoleh penanganan yang tepat sebelum kondisinya semakin memburuk.
Ketua Posyandu Sta. Agnes Paroki St. Yohanis Bintuni, Linda Asmuruf, juga menyampaikan bahwa pengintegrasian pelayanan kesehatan bagi balita, lansia, dan masyarakat umum mempermudah kader dalam memberikan pelayanan kepada warga gereja.










