BINTUNI, newsline.id – Membawa pesan kepedulian dan harapan bagi sesama, Keluarga Besar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Teluk Bintuni menggelar kunjungan kasih ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bintuni, Minggu (1/11/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Kepedulian, Berbagi Harapan: DWP PUPR Hadir Membawa Kasih untuk Warga Binaan” dengan subtema “Menebar Kasih, Menguatkan Hati, dan Menumbuhkan Harapan bagi Warga Binaan” ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial dan perhatian terhadap sesama, khususnya warga binaan yang sedang menjalani masa pembinaan.
Kunjungan kasih tersebut dipimpin langsung Ketua DWP PUPR Kabupaten Teluk Bintuni, Roma Jelita Nadeak, dan disambut hangat oleh perwakilan Kepala Rutan Kelas IIB Bintuni, Beni Harjo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, DWP PUPR bersama sekitar 200 warga binaan beragama Kristen mengikuti ibadah Oikumene yang berlangsung di Gereja Emaus, kompleks Rutan Bintuni.
Suasana ibadah berlangsung penuh khidmat dan kekeluargaan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan serta bingkisan kasih dari pengurus DWP PUPR Kabupaten Teluk Bintuni kepada warga binaan, yang diterima secara simbolis oleh perwakilan warga binaan.

Dalam sambutannya, Ketua DWP PUPR Kabupaten Teluk Bintuni, Roma Jelita Nadeak, menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar melakukan kunjungan atau menyerahkan bantuan dan bingkisan. Lebih dari itu, kunjungan tersebut merupakan bentuk kehadiran hati, kepedulian, dan kasih nyata kepada sesama.
Menurut Roma, menjalani kehidupan di dalam Rutan bukanlah perkara mudah. Ada kerinduan terhadap keluarga, harapan yang tertunda, penyesalan atas masa lalu, serta pergumulan batin yang terkadang sulit diungkapkan melalui kata-kata, Roma bilang warga binaan tidak menjadikan kesalahan masa lalu sebagai akhir dari perjalanan hidup.
“Masa lalu tidak dapat diubah, tetapi masa depan masih dapat diperjuangkan.” ujar Roma.
Ia juga menyampaikan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, selalu ada kesempatan untuk berubah, memperbaiki diri, dan membangun harapan baru, belajar dari pengalaman, serta menata kembali kehidupan menuju masa depan yang lebih baik.
“Kehadiran kami hari ini merupakan bentuk kepedulian. Melalui sedikit kasih yang kami bawa, kami berharap dapat menjadi penyemangat, menguatkan hati, dan menumbuhkan harapan bagi saudara-saudara kami di sini. Karena setiap manusia berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki diri dan menata kembali masa depan,” pungkasnya.










