TELUK BINTUNI, newsline.id – Penggiat budaya yang sekaligus merupakan anggota DPRK Teluk Bintuni, Roy Marthen Masyewi memberian Apresiasi serta dukungan kepada Dinas Perpustakaan Kearsipan Kabupaten Teluk Bintuni yang telah menggagas kegiatan workshop Kurasi dan Penyuntingan Sastra Lisan Cerita Rakyat 7 Suku Teluk Bintuni, yang dilaksanakan di Ruang Cendrawasih, Hotel Steenkoll Bintuni, Rabu (23/09/2026).
Penulisan cerita rakyat tujuh suku, melibatkan para tokoh adat asli tujuh suku, sebagai Narasumber. Sebanyak 14 cerita yang lolos verifikasi sedang di siapkan untuk menjadi buku.
Roy mengatakan kegiatan workshop Kurasi dan Penyuntingan Sastra Lisan Cerita Rakyat 7 Suku Teluk Bintuni, yang mengangkat cerita-cerita rakyat tujuh suku ini harus mendapat dorongan dari semua pihak terkait, termasuk keterlibatan pemerintah daerah dalam membantu proses yang sedang berlangsung. Pasalnya kegiatan yang mengangkat cerita-cerita rakyat tujuh suku, akan berdampak baik pada generasi yang akan datang..
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“ saya sangat terharu dan sempat menitik air mata, ini bagian dari menjaga identitas” Ugkapnya.
Ditambahkan anak-anak Papua Barat, khususnya anak asli dari Tujuh Suku juga memiliki hak untuk tahu cerita rakyat asli dari daerah mereka sendiri, mereka tidak hanya di suguhi cerita rakyat dari luar, tetapi mereka juga harus tahu cerita rakyat mereka sendiri.
“ saya memberikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan Kearsipan Kabupaten Teluk Bintuni yang telah menggagas kegiatan workshop Kurasi dan Penyuntingan Sastra Lisan Cerita Rakyat 7 Suku Teluk Bintuni, dimana 14 cerita rakyat tujuh suku sedang juga di siapkan untuk menjadi buku” imbuhnya.

Workshop Kurasi dan Penyuntingan Sastra Lisan Cerita Rakyat 7 Suku Teluk Bintuni melibatkan 14 penulis warga local Teluk Bintuni, dengan 14 karya Cerita Rakyat, dan didampingi oleh Tim Penulis dan Editor yakni, Dr, Ina Samosir Lefaan, Pegiat Budaya, Peneliti dan Akademisi Universitas Cenderawasih Papua, dan Christina M. Udiani, Akademisi, Penulis, dan Editor pada Gramedia Jakarta.
Workshop di buka dengan resmi oleh Wakil Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, Joko Lingara, dihadiri juga oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Teluk Bintuni Jacomina Jane Mahdalena Fimbay, Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Teluk Bintuni, Sistoyo, Anggota DPRK Teluk Bintuni, Roy Marthen Masyewi, Ketua LMA 7 Suku Kabupaten Teluk Bintuni, Marthen Wirsin, para narasumber, tokoh adat, tetua adat, peserta workshop, serta undangan lainnya.










