TELUK BINTUNI, newsline.id – Polres Teluk Bintuni besama Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni bersama Puskesmas Bintuni, melakukan bagi-bagi 2000 masker kepada para pengendara dan masyarakat yang melintasi jalan depan Pelabuhan Bintuni,, dan Depan Puskesmas Bintuni,Selasa, 29/09/2026.
Pembangian Masker ini sebagai kampanye penggunaan Masker kepada semua masyarakat dalam melindungi diri dari penyakit ISPA atau Infeksi Saluran Pernfasan akibat paparan kabut asap yang sedang terjadi di wilayah Kota Bintuni.
IPTU. Stenly Ayub Marani mengatakan kegiatan bagi-bagi 2000 Masker ini sebagai bentuk kepedulian pihak Kepolisian dan Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan dalam mencegah terjadinya penyakit ISPA kepada masyarakat akibat paparan kabut asap.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“ kami menghimbau untuk masyarakat semua kita jaga, jangan sampai kita menjadi penyebab asap dalam hal kebakaran, jangan kita menjadi penyumbang asap yang menggangu pernapasan kita semua di Bintuni’ Katanya.
Sementara itu Direktur Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Teluk Bintuni dr. Novita Panggau yang di hubungi via WA, Senin, (21/09/2026), mengatakan gangguan asap ini sebaiknya tidak dianggap sepele sekalipun belum di rasakan akibatnya, menurutnya, kabut asap mengandung partikel halus dan gas berbahaya seperti karbon monoksida. Partikel ini berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke saluran napas dan bahkan ke aliran darah.

“ dampaknya dari karbon monoksida ini tidak berhenti di paru-paru. Paparan asap dapat memicu peradangan di seluruh tubuh dan memengaruhi jantung serta pembuluh darah.” Katanya.
“warga kami imbauw untuk meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah pencegahan, terutama kelompok yang berisiko tinggi.” Ibuhnya.
Sebagai direktur yang juga adalah dokter spesialis penyakit dalam, pada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Teluk Bintuni dr. Novita Panggau menjelaskan Paparan kabut asap dapat menimbulkan:
* Gangguan saluran napas: infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan sesak napas. Pada penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), asap dapat memicu serangan atau memperburuk penyakit.
* Iritasi mata dan kulit: mata perih, merah, dan berair, serta kulit gatal atau kemerahan.
* Gangguan jantung dan pembuluh darah: paparan partikel halus dapat meningkatkan risiko tekanan darah tidak terkontrol, serangan jantung, dan stroke, terutama pada penderita hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes.
* Memburuknya penyakit kronis lain, termasuk diabetes melitus dan penyakit ginjal kronik, karena tubuh mengalami stres akibat peradangan.
“ Kelompok yang paling rentan adalah bayi dan anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit paru, jantung, hipertensi, diabetes, dan ginjal kronik. Pengendara dan warga yang beraktivitas lama di luar ruangan di jalur kota Bintuni hingga SP juga berisiko lebih tinggi.” Ungkapnya.
Untuk itu sang dokter mengimbau agar masyarakat melakukan tindakan pencegahan diantaranya;
* Membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama pada pagi dan malam hari saat asap cenderung pekat. Tunda kegiatan fisik berat di luar rumah.
* Menggunakan masker yang tepat. Masker kain tidak cukup menyaring partikel halus. Gunakan masker medis yang dipasang rapat menutupi hidung dan mulut.
* Berhati-hati saat berkendara di jalur kota–SP Bintuni. Kurangi kecepatan, nyalakan lampu, jaga jarak aman, dan gunakan kacamata pelindung karena jarak pandang menurun.
* Menjaga kualitas udara di dalam rumah. Tutup pintu dan jendela saat asap tebal, dan hindari menyalakan obat nyamuk bakar, merokok, atau membakar sampah di dalam maupun sekitar rumah.
* Memperbanyak minum air putih dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk menjaga daya tahan tubuh.
* Melanjutkan obat rutin bagi penderita hipertensi, diabetes, jantung, asma, dan PPOK. Penderita asma dianjurkan selalu membawa inhaler.
* Merawat mata dan wajah. Bila mata terasa perih, bilas dengan air bersih mengalir dan jangan dikucek.
* Tidak membakar hutan, lahan, maupun sampah, karena hal ini menambah beban asap dan membahayakan kesehatan bersama.
Masyarakat diminta segera datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Faskes terdekat bila mengalami:
* sesak napas yang berat atau tidak membaik dengan obat biasa;
* nyeri atau rasa tertekan di dada;
* batuk berkepanjangan, disertai demam tinggi atau dahak berdarah;
* pusing hebat, lemah pada satu sisi tubuh, bicara pelo, atau penurunan kesadaran;
* bayi atau anak dengan napas cepat, rewel berlebihan, atau sulit menyusu.
“ Jangan menunggu gejala memburuk. Bagi yang memiliki penyakit kronis, segera konsultasikan kondisi Anda kepada dokter.” Pungkas sang Dokter.










