TELUK BINTUNI, newsline.id – Aksi Pemalangan Ruas Jalan yang terjadi di depan Subdenpom XVIII/1-1 Bintuni, Distrik Bintuni Timur Argosigemerai SP5 Teluk Bintuni, Rabu, (23/09/2026) akibat terjadinya Lakalantas yang menyebabkan seorang mama warga pengungsi Moskona mengalami luka serius, berbuntut tuntutan agar para pengungsi Moskona segera dipulangkan.
Ratusan warga yang berasal dari tiga distrik, yaitu distrik Moskona, Distrik Moskona Jauh dan Distrik Moskona Barat, yang saat ini sementara berdomisili di Kompleks Belakang POM tersebut meminta kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, agar segera dengan tempo secepat-cepatnya untuk memulangkan para pengungsi ke darah asal mereka.
“ yang korban saat ini adalah pengungsi, yang sudah sekian lama ada di Bintuni ini, belum terurus untuk naik sampai hari ini, Bapak dorang gagal untuk melaksanakan…jadi tolong, dan tolong, pengungsi itu manusia bukan hewan, kami punya harapan, Bapak urus kami pulang, kenapa belum” kata warga perwakilan pengungsi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ditambahkan kehadiran para pengungsi di kota Kabupaten Teluk Bintuni, menurut pengungsi mereka tidak diperlakukan dengan baik, warga mempertanyakan penggunaan dana otsus, yang menurut mereka dapat di pergunakan dalam menangani masalah para pengungsi.
“ dana otsus itu besar, kami pengungsi orang Papua, urus kami dulu, jangan urus proyek saja” imbuhnya tegas.
Selanjutnya massa juga menegaskan agar pemerintah menarik pasukan TNI yang berada di Moskona Utara, menurut mereka kehadiran TNI menyebabkan warga ketakutan dalam melaksanakan aktifitas keseharian mereka,
“ kami mau pulang Natal di kampung distrik kita, gereja kosong, jadi dengan cara apapun TNI harus segera di tarik” harapnya.
Sementara itu Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy bersama Forkopimda yang tiba di Lokasi Pemalangan sekira pukul 20.00 WIT, kemudian melakukan dialog dengan warga korban kecelakaan sekaligus merupakan warga pengungsi asal Moskona. Dialog berakhir dengan kesepakatan membayar denda adat”bayar darah’ dan blockade ruas jalan segera di buka.
Selain itu tuntutan agar pengungsi Moskona tiga distrik segera di pulangkan bupati menyampaikan bahwa pemda sedang mempersiapkan anggaran dalam penanganan pemulangan para pengungsi.
“kalau hanya memulangkan pengungsi, malam ini juga saya bisa pulangkan, tetapi apakah bapa dorang di atas punya kesediaan makanan nanti di atas, kita sudah sepakat pemulangan pengungsi itu kan juga disertai juga dengan pembangunan kembali rumah yang rusak, nanti akan jadi masalah lagi” jelas Bupati.
Sementara untuk penarikan pasukan TNI, bupati bilang bukan merupakan kewenangan forkopimda kabupaten, penarikan pasukan TNI adalah kewenangan kodam dan pemerintah provinsi.










