Melawan Saat di Tangkap, Dua Anggota KKB Tewas, di Ujung Senjata Satgas Ops Damai Cartenz-2025.

Sunday, 18 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

NABIRE-PAPUA TENGAH, newsline.id – Dua orang KKB pelaku pembunuhan Josep Agus Lepa, terpaksa di lumpuhkan setelah keduanya melakukan perlawanan saat hendak ditangkap Satgas Ops Damai Cartenz-2025 di Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah pada 16 Mei 2025.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2025, Kombes Pol. Yusuf Sutejo menyampaikan identifikasi Pelaku ini diperkuat melalui Identifikasi terhadap kedua pelaku yang diperkuat melalui video yang beredar di akun Facebook “Putuss Pigai”, yang memperlihatkan keterlibatan mereka dalam aksi pembunuhan tersebut.

“Dalam proses penangkapan, kedua pelaku melakukan perlawanan dengan menyerang anggota menggunakan parang. Tim memberikan tembakan peringatan, namun karena pelaku terus menyerang, aparat melakukan tindakan tegas terukur yang menyebabkan keduanya terluka parah. Dalam perjalanan menuju RSUD Nabire, kedua pelaku dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari hasil pemeriksaan jenazah oleh tim medis, ditemukan kantong plastik berisi 11 butir amunisi kaliber 5,56 mm di saku celana salah satu pelaku. Selain itu, aparat juga mengamankan dua bilah parang, dua unit telepon genggam (milik korban dan pelaku), satu KTP atas nama Ham Dumupa, dua STNK motor, dan 14 buah korek api.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2025, Kombes Pol. Yusuf Sutejo

Identitas pelaku pertama diketahui sebagai Ham Dumupa, lahir di Bekowa pada 13 Mei 2000, beralamat di Kampung Pugatadi II, Distrik Kamu Utara, beragama Kristen. Sedangkan pelaku kedua, Amoye Pigai, diduga menggunakan nama alias Martinus Pigai.

Keduanya diduga merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XI Odiyai-Dogiyai yang berada di bawah pimpinan Yonatan M. Pigai. Dari hasil pemeriksaan ponsel pelaku, ditemukan pula foto-foto mereka memegang senjata api dan berada di markas bersama sejumlah anggota kelompok bersenjata lainnya.

Korban pembunuhan, Josep Agus Lepa, ditemukan tewas di dalam rumah milik dr. Daniel Velumangkun di Perumahan Pemda Dogiyai. Saat kejadian, korban tengah menjaga rumah tersebut. Polisi menduga motif pembunuhan karena pelaku mencurigai korban sebagai anggota intelijen.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2025, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T. mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Jenazah kedua pelaku saat ini berada di RSUD Nabire, menunggu proses penyerahan kepada pihak keluarga.( Redaksi).

Berita Terkait

Koops TNI Papua Tembak Anggota OPM di Nabire,Keluarga Meminta Jenazahnya untuk di Makamkan Secara Layak.
33 Butir Tuntutan Mahasiswa IPMAMI Mimika Se Jawa-Bali kepada Bupati Mimika, Segera Tuntaskan. .
Gereja Tidak Memihak OPM atau Kepolisian dalam Penanganan Konflik Bersenjata di Papua.
Mengenal Sosok Pendeta Pendiri Peradaban Bangsa Papua: Dominee Izaac Samuel Kijne
OPINI: Dari Papua, Kami Berseru – Hentikan Monopoli dan Perusakan Alam Kami!
Natalius Pigai: Penyelidikan Pelanggaran HAM Papua, Bukan Kewenangan Kementerian HAM
JPU Tuntut 12 Tahun Penjara, Terdakwa Kasus Transaksi Amunisi, Okto Jemy Magai Yogi.
Nunsius Apostolik Vatikan Mgr. Piero Pioppo, Tahbiskan Uskup Keuskupan Timika, hari ini.
Berita ini 136 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 23 March 2026 - 10:24

Koops TNI Papua Tembak Anggota OPM di Nabire,Keluarga Meminta Jenazahnya untuk di Makamkan Secara Layak.

Sunday, 1 March 2026 - 23:48

33 Butir Tuntutan Mahasiswa IPMAMI Mimika Se Jawa-Bali kepada Bupati Mimika, Segera Tuntaskan. .

Tuesday, 10 February 2026 - 12:01

Gereja Tidak Memihak OPM atau Kepolisian dalam Penanganan Konflik Bersenjata di Papua.

Sunday, 26 October 2025 - 00:42

Mengenal Sosok Pendeta Pendiri Peradaban Bangsa Papua: Dominee Izaac Samuel Kijne

Saturday, 14 June 2025 - 23:31

OPINI: Dari Papua, Kami Berseru – Hentikan Monopoli dan Perusakan Alam Kami!

Berita Terbaru